Seminar Kebijakan Fiskal 2014 dan Perkembangan Ekonomi Terkini Di Manokwari
Manokwari (23/10): Kementerian Keuangan kembali mengadakan acara Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini. Pada kesempatan kali ini, acara seminar diadakan di Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat, tepatnya di Swiss-Belhotel Manokwari. Acara seminar ini merupakan kerja sama Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Papua Barat., Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (Biro KLI). Tema seminar kali ini adalah “Keterpaduan dan Sinergitas Program Mendorong Terwujudnya Percepatan Pembangunan Provinsi Papua Barat”. Pembicara seminar ini adalah Desky Wijaya, S.E., Ak., M.E. dari Ditjen Perimbangan Keuangan (DJPK), Dr. Abdurohman, SE., M.Sc. dari BKF dan Dr. Rully Wurarah Anggota Regional Economist Provinsi Papua Barat dari Universitas Negeri Papua (UNIPA) serta Moderator, Siska Indrawati, SE., M.A dari BKF. Peserta seminar yang diundang berasal dari kalangan akademisi, perbankan dan instansi pemerintah.
Acara dimulai pukul 09.00 WIT dengan didahului doa bersama serta menyanyikan lagu kebangsaan padamu negeri dan lagu Tanah Papua. Acara dibuka oleh Midden Sihombing, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua Barat. Beliau mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para peserta yang telah datang ke acara seminar. Seminar Kebijakan Fiskal ini adalah yang pertama kali diadakan di Kota Manokwari. Seminar ini bertujuan untuk menginformasikan kebijakan publik yang dibuat oleh Kementerian Keuangan yang bersifat strategis, berdampak luas terhadap masyarakat serta memiliki kepentingan terhadap daerah baik secara ekonomi maupun fiskal agar di daerah terinformasi secara luas guna kepentingan kebijakan pemerintah daerah khususnya Papua Barat.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyampaian paparan Perkembangan Terkini Perekonomian Indonesia dan Kebijakan Fiskal oleh Abdurohman, pembicara pertama acara seminar. Sekilas tentang kondisi perekonomian nasional, beliau menjelaskan tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dibandingkan dengan negara anggota G20 dan emerging markets. Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan terus mengalami penurunan, namun ketimpangan mengalami peningkatan. Beliau juga menjelaskan tentang Kondisi Perekonomian Global dan Domestik, perlambatan ekonomi global di tahun 2014 mengalami perlambatan yang cukup drastis, hal sama juga terjadi pada Indonesia. Selanjutnya penjelasan tentang Arah Kebijakan Fiskal 2014-2015, beberapa diantaranya tentang postur APBN tahun 2015, kebijakan subsidi tahun 2015, konsumsi BBM bersubsidi dan kebijakan pembiayaan tahun 2015.
Pembicara kedua Desky Wijaya, menyampaikan presentasi tentang Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan Kebijakan Dana Transfer Daerah. Beliau menyampaikan tentang Perkembangan Pendapatan Daerah: (I) Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah, Undang-Undang tentang pendapatan daerah telah beberapa kali diperbarui, yang terakhir adalah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Undang-Undang tersebut menetapkan adanya perluasan basis pajak, keleluasaan penerapan tarif pajak dan pengalihan BPHTB dan PBB P2 menjadi pajak daerah, dan pajak rokok. (II) Jenis-Jenis Pajak Daerah, Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009, ada jenis pajak baru di daerah salah satunya yaitu pajak sarang burung walet. (III) Kondisi Pendapatan Daerah Saat ini, Tren besaran pendapatan asli daerah (PAD) secara nasional terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada tahun 2011 meningkat sebesar 25,8% (Rp. 18,51 triliun), lalu pada tahun 2012 meningkat sebesar 24,7% (22,3 triliun), kemudian pada tahun 2013 diperkirakan kembali meningkat sebesar 24,5% (27,6 triliun). Selanjutnya Inovasi Peningkatan Pendapatan Daerah, dengan menjelaskan tantangan, peluang, kendala, strategi jangka pendek serta strategi peningkatan pajak daerah. Beliau juga menjelaskan wacana memperkuat local taxing power ke depan. Terakhir beliau menjelaskan tentang Kebijakan Dana Transfer Daerah yang meliputi desentralisasi fiskal, dana perimbangan, dan kebijakan transfer ke daerah.
Pembicara ketiga Rully Wurarah menyampaikan presentasi tentang Perkembangan Ekonomi dan Fiskal Daerah Provinsi Papua Barat. Beliau menjelaskan tentang Gambaran Umum Provinsi Papua Barat dan Indikator Kependudukan Provinsi Papua Barat tahun 2008-2011. Beliau juga menjelaskan jumlah pengangguran dan tingkat pengangguran terbuka di Papua Barat serta Kriteria dan 27 Indikator Ketertinggalan daerah di Papua Barat.
Acara Selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Para peserta menunjukan antusiasme yang sangat tinggi dalam menyampaikan pertanyaan kepada para pembicara. Pertanyaan-pertanyaan para peserta sangat berhubungan dengan isu-isu perekonomian yang terjadi saat ini serta sesuai dengan tema seminar dan materi pembicara. Setelah sesi tanya jawab berakhir acara seminar ditutup secara resmi oleh panita. (rr)
