The 3rd APEC PPP Experts Advisory Panel Meeting

Jakarta (24/11): Bertempat di Sasono Mulyo I Ballroom, Le Meridien Hotel, Jakarta, Senin pagi hingga siang, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan bekerjasama dengan APEC Business Advisory Council (ABAC) menyelenggarakan "The 3rd APEC Public Private Partnership (PPP) Experts Advisory Panel Meeting". Pertemuan ini merupakan salah satu dari dua acara yang diselenggarakan oleh kedua pihak. Berlanjut pada siang hingga sore harinya, diselenggarakan acara "The 3rd Asia-Pasific Infrastructure Partnership (APIP) Dialogue with Government of Indonesia".

Pertemuan yang ketiga APEC PPP Experts Advisory Panel ini dihadiri oleh delegasi-delegasi dari Sekretariat APEC, Australia, Kanada, Rusia, Indonesia, Peru, Jepang, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, ADB, JBIC, JICA, OECD, World Bank, serta dihadiri oleh perwakilan dari lembaga pemeringkat, perusahaan energi, perbankan, asuransi, sekuritas, konsultan, dan universitas yang diundang. Hadir sebagai delegasi Indonesia adalah Parjiono, Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB) BKF.

Pertemuan dibuka dengan penyampaian kata sambutan oleh Co-Chairs APEC PPP Experts Advisory Panel yaitu Kanada dan Cina. Pada pertemuan kali ini Kanada diwakili oleh Donald Bobiash, Duta Besar Kanada untuk Indonesia. Sedangkan Cina diwakili oleh Gong Feng, Direktur pada Ministry of Finance, P.R. China.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian paparan oleh beberapa pembicara. Pada sesi pemaparan pertama dan kedua, tampil sebagai pembicara adalah Freddy R. Saragih, Kepala Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF) BKF. Di sesi pemaparan yg pertama, Freddy R. Saragih menyampaikan progres dari Pilot PPP Center di Indonesia. Freddy R. Saragih meng-update para anggota panel mengenai progres PPP Center yang berada di dalam Kemenkeu Indonesia mulai dari status pembentukannya, apa yang akan dilakukan selanjutnya, peran penting dari para anggota panel dan dukungan yang diterima oleh PPP Center di Indonesia.

Pada sesi pemaparan yang kedua, Freddy R. Saragih mempresentasikan mengenai proyek infrastruktur transportasi Indonesia. Dalam presentasinya Freddy R. Saragih menguraikan aspek-aspek utama dari proyek PPP yang diusulkan dalam sektor transportasi dan mengungkapkan berbagai masalah teknis dan tantangan yang saat ini sedang berusaha untuk diatasi. Proyek yang dijelaskan yaitu Proyek Kereta Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Proyek Jalan Tol Trans Sumatra.

Berlanjut pada sesi pemaparan yang ketiga, hadir tiga pembicara dari APIP yang membagi pengalaman-pengalaman mengenai PPP pada sektor transportasi dan memberikan wawasan dan pelajaran dalam menangani proyek. Ketiga pembicara tersebut adalah: (i) Matthew J. Bubb, Managing Partner, Asia, Ashurst LLP yang menyampaikan masalah regulasi dan hukum serta keinginan investor terhadap resiko permintaan; (ii) Andrew Pickford, CEO and Head of Technical Consulting, Transport Technology Consultants, yang menyampaikan pengalaman meningkatkan daya tarik dan mempertahankan manfaat dari investasi di bidang infrastruktur jalan; dan (iii) Julian Smith, Adviser, PT PriceWaterhouseCoopers Indonesia Advisory, yang menyampaikan kunci sukses PPP sektor transportasi. Di setiap sesi pemaparan tersebut diakhiri dengan diskusi antar anggota panel.

Acara pertemuan ini kemudian diakhiri dan ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan closing remarks oleh Co-Chairs. (mi/gh)