BKF Gelar Seminar Perkembangan Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Yogyakarta, (13/11/2024) – Kementerian Keuangan melalui BKF bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Seminar Perkembangan Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana (PARB) di Indonesia pada 13 November 2024 di Yogyakarta. Seminar ini dihadiri oleh perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah/BPBD, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah/Bappeda, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah/BPKAD), serta Akademisi (dosen dan mahasiswa) dari UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran mahasiswa, aparatur Pemerintahan Daerah, serta akademisi mengenai isu pembiayaan dan penanggulangan bencana di Indonesia, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang Strategi PARB dan perkembangannya hingga saat ini.
Kegiatan ini dibagi ke dalam dua sesi diskusi panel, sesi pertama bertema Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana dan Perkembangannya. Pembiacara pada sesi ini antara lain: Rita Helbra Tenrini selaku Ketua Pokja Pendanaan Risiko Bencana PKRB-BKF yang menyampaikan presentasi mengenai Perkembangan Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana, Tumbur Harapan Jaya selaku Kepala Divisi Manajemen Risiko Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) yang menyampaikan Peran BPDLH dalam Implementasi Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana, serta Dr. Danang Sri Hadmoko selaku Dekan Fakultas Geeografi UGM yang menyampaikan Tantangan dan Peluang dalam Penanganan Bencana.
Sesi kedua mengangkat tema Transfer Risiko Bencana Melalui Instrumen Asuransi. Pembicara pada sesi ini antara lain Sumati – Policy Analyst World Bank yang menyampaikan Mekanisme Transfer Risiko Bencana, Ery Kurniawan selaku Kepala Seksi di Direktorat BMN, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang membahas konsep dan implementasi pengasuransian BMN, serta Warih Budiyono Setyawan selaku Kepala Subbidang Pendayagunaan dan Pengamanan BMD, BPKAD Provinsi D.I. Yogyakarta yang menyampaikan Asuransi Barang Milik Daerah dan Lesson Learned.
Dari penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan para akademisi berperan aktif dalam menggandeng Kementerian/Lembaga setempat untuk mendukung riset kebencanaan, mengedukasi masyarakat dan meningkatkan awareness terhadap langkah-langkah penanggulangan risiko bencana. (MBP)







