Stakeholder Consultation Seminar
Jakarta (16/04): Bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis 16 April 2015, telah diselenggarakan Stakeholder Consultation Seminar: A Dialogue to Shape Indonesia’s Policy and Position on the APEC Asia Region Funds Passport (ARFP). Seminar ini diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Australia dalam kerangka APEC dan merupakan forum dialog bagi pemerintah Indonesia, instansi terkait, pihak swasta, akademisi, dan stakeholders lainnya untuk memahami sifat (nature), tujuan kebijakan dan manfaat ekonomi yang didapat dari ARFP serta rincian teknis mengenai rancangan, pengembangan, dan rencana implementasi ARFP.
ARFP merupakan salah satu inisiatif yang diusung dalam APEC Finance Minister Process. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk menciptakan peraturan yang disepakati secara multilateral mengenai skema Kontrak Investasi Kolektif (KIK) lintas batas di antara ekonomi yang tergabung di dalamnya. Skema ARFP ditujukan untuk menciptakan kesempatan investasi yang lebih besar bagi para investor di kawasan, membantu pendalaman dan perluasan pasar modal serta menjadi sarana yang efektif dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatkan dana (pool of savings) yang tersedia di kawasan.
Acara dibuka oleh Bapak Isa Rachmatawarta, Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal yang menyampaikan pentingnya seminar ini bagi Indonesia untuk memahami skema ARFP baik dalam sisi obyektif kebijakannya maupun manfaat ekonomi yang bisa diperoleh nantinya. Indonesia terbuka atas inisiatif ARFP dan inisiatif sektor keuangan lintas batas lainnya, namun perlu menjaga agar keterbukaan tersebut tidak menyebabkan kerugian bagi pasar domestik. Dalam hal cost and benefit, perlu diperhatikan bahwa Indonesia memiliki potensi pasar yang besar, masuknya produk baru ini akan meningkatkan level persaingan. Untuk itu secara domestik perlu dilakukan peningkatan kapasitas dan kompetensi investor dan manajer investasi serta pelaku pasar nasional lainnya.
Beberapa isu dibahas dalam seminar ini antara lain setting kebijakan ARFP; perkembangan terkini sektor keuangan di Indonesia; aransemen teknis ARFP termasuk di dalamnya mengenai definisi, manfaat, keanggotaan, framework, perkembangan teknisnya sampai saat ini serta langkah ke depan; perkembangan ARFP hingga saat ini serta rencana implementasinya; serta pandangan dari Filipina dan Thailand sebagai potential members ARFP.
Dalam diskusi ini beberapa hal muncul dalam diskusi sebagai concern antara lain bagaimana melindungi asset manager lokal dari persaingan yang tidak seimbang dengan asset manager dari luar serta kondisi pasar modal Indonesia yang masih belum berkembang dimana distribusi fund masih di dominasi oleh bank, sehingga nantinya inisiatif ini dapat menimbulkan persaingan antara pasar modal dan bank. Terkait dengan hal-hal yang dibahas tersebut, Indonesia masih membutuhkan waktu untuk terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di dalam negeri mengenai pandangan dan posisi Indonesia terhadap ARFP. (ahi/gh/mi/aip)