Sosialisasi Kebijakan Fiskal Pada Kunjungan Mahasiswa FE UMJ
Jakarta (06/05): Dalam rangka mendiseminasikan dan mensosialisasikan kebijakan-kebijakan terkini kepada dunia akademisi, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan kembali mengadakan sosialisasi kebijakan fiskal bertempat di Aula Serba Guna, Gedung R.M. Notohamiprodjo Lantai 2, Rabu pagi. Sosialisasi kali ini dilaksanakan pada Kunjungan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jakarta ke BKF.
Sosialisasi yang dihadiri sekitar 120 mahasiswa dan dosen pembimbing Universitas Muhammadiyah Jakarta ini dibuka dengan sambutan oleh Irfa Ampri, Sekretaris BKF, yang mewakili Kepala BKF. Dalam sambutannya Irfa Ampri menjelaskan mengenai kedudukan, tugas, fungsi dan peran strategis BKF dalam perumusan kebijakan fiskal. Selain itu Irfa Ampri juga sedikit mengupas materi yang akan disampaikan oleh narasumber yaitu mengenai pokok-pokok perubahan pada APBN Tahun Anggaran 2015 dan kebijakan pengembangan keuangan syariah dikaitkan dengan tugas pokok dan fungsi serta struktur organisasi di BKF.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cecep Haryoto, SE.,MM., yang merupakan Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Universitas tersebut. Dalam sambutannya, Cecep menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BKF atas kesempatan yang diberikan sehingga mahasiswanya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang penting. Cecep juga berharap kepada mahasiswa untuk dapat memanfaatkan acara ini semaksimal mungkin karena narasumber yang dihadirkan merupakan orang-orang yang ahli di bidangnya.
Sosialisasi kali ini menghadirkan 2 (dua) narasumber, yaitu Evy Mulyani, Kepala Bidang Kebijakan Keuangan Inklusif, Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) BKF yang menyampaikan materi Kebijakan Pengembangan Keuangan Syariah; dan Widiyanto, Kepala Kepala Bidang Kebijakan PNBP dan Hibah, Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PKAPBN) BKF yang menyampaikan materi Pokok-Pokok Perubahan APBN Tahun Anggaran 2015; serta dimoderatori oleh Harris Noor Rabbasa Roslim, Kepala Subbagian Manajemen Sistem Informasi, Bagian Informasi dan Komunikasi Publik, Sekretariat BKF.
Moderator sosialisasi kali ini mengemas secara beda sesi paparan yang disampaikan oleh narasumber jika dibandingkan dengan sosialisasi-sosialisasi yang telah diselenggarakan sebelumnya. Layaknya sebuah talkshow, moderator menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang langsung ditanggapi oleh kedua narasumber yang secara bergantian menyampaikan jawaban dan juga menyampaikan materi yang terkait. Secara keseluruhan, Evy Mulyani sebagai narasumber terkait perkembangan keuangan syariah memaparkan secara jelas mengenai sejarah perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia; peran dan potensi yang dimiliki keuangan syariah di Indonesia; peluang dan tantangan yang ada; serta arah kebijakan terkait keuangan syariah di Indonesia. Adapun Widiyanto sebagai narasumber terkait pokok-pokok perubahan APBN Tahun Anggaran 2015 meyampaikan mengenai latar belakang yang melandasi perubahan APBN tersebut salah satunya adalah perubahan asumsi dasar ekonomi makro yang terdiri dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat bunga SPN 3 bulan, nilai tukar rupiah, harga minyak, lifting minyak dan lifting gas. Widiyanto juga merinci pokok-pokok perubahan yang terjadi pada APBN yang meliputi perubahan pada asumsi ekonomi makro, pendapatan negara, belanja negara, dan pembiayaan anggaran.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang merupakan bagian akhir dari sosialisasi ini. Antusiasme para peserta sosialisasi sangat baik pada sesi ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber terutama terkait masalah pembiayaan yang dilakukan oleh pemerintah dan juga terkait perkembangan ekonomi syariah di Indonesia yang belum maksimal. Acara akhirnya ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian doorprize kepada para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan kuis yang diajukan baik oleh narasumber maupun moderator, serta tukar-menukar cindera mata antara perwakilan BKF dengan perwakilan Universitas Muhammadiyah Jakarta.(mi/gh/ar)






