Sosialisasi Kebijakan Fiskal Pada Kunjungan Mahasiswa STEI Tazkia Bogor

Jakarta (19/05): Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan kembali mengadakan sosialisasi kebijakan fiskal yang bertempat di Aula Serba Guna, Gedung R.M. Notohamiprodjo Lantai 2, Selasa pagi. Sosialisasi kali ini dilaksanakan pada Kunjungan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia Bogor ke BKF.

Sosialisasi yang dihadiri sekitar 53 mahasiswa dan beberapa dosen pembimbing Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia Bogor ini dibuka dengan sambutan oleh Syurkani Ishak Kasim, Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (PKPPIM) BKF, yang mewakili Kepala BKF. Dalam sambutannya Syurkani menjelaskan mengenai kedudukan, tugas, fungsi dan peran strategis BKF dalam perumusan kebijakan fiskal. Selain itu Syurkani juga sedikit mengupas materi yang akan disampaikan oleh narasumber yaitu mengenai Green Economy dan Persiapan Indonesia menghadapi Forum Kerjasama ASEAN+3 dikaitkan dengan tugas pokok dan fungsi serta struktur organisasi di BKF serta mengharapkan didalam acara ini nanti bisa saling sharing pengalaman dan pengetahuan supaya diperoleh masukan dan saran yang fresh dari kalangan akademisi. Syurkani juga berpesan agar mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia Bogor bisa ikut berpartisipasi aktif dan turut serta dalam membangun ekonomi Indonesia. Kepala PKPPIM ini juga mendoakan dan mengharapkan suatu saat nanti ada Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia Bogor yang bisa berkontribusi langsung di Kementerian Keuangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia Bogor, Anita Priantina, M.Ec yang merupakan Ketua Prodi Ilmu Ekonomi Islam dari STEI Tazkia. Dalam sambutannya, Anita menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BKF atas kesempatan yang diberikan sehingga mahasiswanya kembali bisa berkunjung dan mendapatkan pengalaman serta pengetahuan yang penting. Anita juga berharap kepada mahasiswa untuk dapat memanfaatkan acara ini semaksimal mungkin karena narasumber yang dihadirkan merupakan orang-orang yang ahli di bidangnya. Selain itu Anita mengharapkan semoga jalinan silaturohmi yang baik ini akan terjalin selalu karena bagi Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia Bogor BKF sudah seperti rumah sendiri untuk mencari ilmu dan sharing pengetahuan.

Sosialisasi kali ini menghadirkan 2 (dua) narasumber, yaitu Kindy Rinaldy Syahrir, Kepala Bidang Kerja Sama Internasional Dan Pendanaan Perubahan Iklim, Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (PKPPIM) BKF yang menyampaikan materi Green Islamic Economy; dan Vincentius Krisna Juli Wicaksono, Kepala Subbidang ASEAN dan Mitra, Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB) BKF yang menyampaikan materi Integrasi ASEAN Pada Masyarakat Global, serta dimoderatori oleh Nursidik Istiawan, Kepala Bagian Organisasi Dan Kepatuhan Internal, Sekretariat BKF.

Secara keseluruhan, Kindy Rinaldy Syahrir sebagai narasumber memaparkan secara jelas mengenai Green Islamic Economy yang dimulai dengan membahas Filosofi ekonomi islam berkelanjutan dimana pemahaman Islam akan ekonomi berkesinambungan berakar pada Al Quran, selanjutnya disampaikan Instrumen Ekonomi Islam, Kebijakan ekonomi islam berkelanjutan yang terdiri dari Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Merata, dan Berkelanjutan, Meningkatkan Investasi Berwawasan Lingkungan pada Sektor Prioritas, Mengendalikan Degradasi Lingkungan Perkotaan, Perlindungan dan Pengamanan Sosial, Manajemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup dan Implementasi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Adapun Vincentius Krisna Juli Wicaksono sebagai narasumber terkait Integrasi ASEAN Pada Masyarakat Global menyampaikan mengenai ASEAN Community 2015, ASEAN+3 yang didalamnya mengupas tentang CMIM dan AMRO serta Peluang dan Tantangan: ASEAN dan Indonesia, Respon Kebijakan Menuju MEA 2015.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang merupakan bagian akhir dari sosialisasi ini. Antusiasme para peserta sosialisasi sangat baik pada sesi ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber terutama terkait masalah ASEAN+3. Acara akhirnya ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian doorprize kepada para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan kuis yang diajukan baik oleh narasumber maupun MC, serta tukar-menukar cindera mata antara perwakilan BKF dengan perwakilan STEI Tazkia. (gh/mi/ar)