Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Lampung

Bandar Lampung (11/6): Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan bersama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal mengadakan Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini Tahun 2015 yang merupakan rangkaian kegiatan Forum Ekonom Kementerian Keuangan 2015. Dihadiri sekitar 170 peserta, seminar kali ini dilaksanakan di Grand Krakatau Ballroom The 7th Hotel & Convention Center, Bandar Lampung pada tanggal 11 Juni 2015. Peserta berasal dari instansi vertical Kementerian Keuangan, BPK Perwakilan Provinsi Lampung, BPKP Provinsi Lampung, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, BPS Provinsi Lampung, Pemerintah Daerah, perwakilan DPRD Provinsi Lampung, institusi perbankan, PT Taspen Persero Provinsi Lampung, kalangan akademisi, dan sektor swasta.

Taukhid, S.E., M.Sc.IB, MBA selaku Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan Kementerian Keuangan dalam welcome remarks menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan dalam rangka mengembangkan wawasan tentang kebijakan fiskal dan kondisi perekonomian terkini.  Beliau berharap agar seminar ini menjadi media untuk berkomunikasi dan bersinergi dalam mendukung proses pembangunan nasional dan meningkatkan kinerja pemerintah dalam suatu sistem pengelolaan fiskal yang berkesinambungan.

Mewakili Gubernur Lampung yang tidak dapat hadir, Kherlani, S.E., M.M. sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan menyampaikan kata sambutan dari Gubernur. Selain itu, dalam keynote speech, beliau juga memaparkan tentang kondisi perekonomian Lampung hingga triwulan I tahun 2015 yang tumbuh sebesar 4,91%. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2015 ditargetkan mencapai 5% atau lebih. Tantangan yang dihadapi Provinsi Lampung adalah ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Tantangan yang lain adalah belum memadainya sarana prasarana, fasilitas umum, keamanan, dan regulasi terkait dunia usaha di wilayah Lampung.

Berikutnya adalah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung, Sahat M.T. Panggabean, menyampaikan Kajian Fiskal Regional Tahun 2014 dengan topik Reviu Pelaksanaan Anggaran yang menunjukkan pendapatan pemerintah pusat di Provinsi Lampung selalu meningkat, tetapi dengan laju pertumbuhan yang melemah selama 3 tahun terakhir. Terkait pola penyerapan anggaran, baik pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah masih menunjukkan lonjakan realisasi pada akhir tahun anggaran. Acara dilanjutkan dengan diskusi dalam bentuk diseminasi. Bertindak sebagai moderator adalah Dr. Marselina Djayasinga, S.E., MPM (Ekonom Kementerian Keuangan untuk Provinsi Lampung).

Sesi seminar diawali oleh narasumber pertama yaitu Dr. Luky Alfirman, S.T., MA, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal. Beliau menjelaskan beberapa hal terkait perkembangan ekonomi terkini secara global dan nasional. World Economic Outlook memperkirakan perekonomian global 2015 moderat, proyeksi untuk negara maju lebih optimis daripada negara berkembang, dan terdapat empat risiko global yang dapat menekan perekonomian Indonesia yaitu harga komoditas global yang volatile, perekonomian Tiongkok yang mengalami perlambatan, prospek negara maju masih belum jelas, dan ketidakpastian arah kebijakan moneter negara-negara maju. Namun, terhadap risiko global tersebut perekonomian Indonesia masih dalam kondisi baik.

Berlanjut pada narasumber kedua yaitu Kresnadi Prabowo Mukti, S.E., M.M. selaku Kepala Subdirektorat Dana Alokasi Umum, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Pada kesempatan ini, beliau memaparkan tentang arah kebijakan transfer daerah antara lain meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan publik, mengurangi kesenjangan pelayanan publik antardaerah, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur dasar, dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, alokasi dana desa dalam APBN sebesar 10% secara bertahap akan direalisasikan. Hal ini guna memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Sebagai narasumber terakhir yaitu Asrian Hendi Caya selaku Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) cabang Lampung. Beliau memaparkan tentang perekonomian Lampung, tantangan, dan peluang. Pertumbuhan ekonomi terjadi pada semua lapangan usaha. Dari sisi penawaran (produksi), pertumbuhan terbesar disumbang oleh sektor transportasi dan perdagangan, jasa pendidikan, serta informasi dan komunikasi. Sedangkan dari sisi permintaan, pertumbuhan tertinggi ada pada ekspor dan impor. Dalam jangka pendek, pembangunan infrastruktur berupa jalan Tol Trans Sumatera, jalan/jembatan nasional dan provinsi, pengembangan pelabuhan penyeberangan, irigasi, dan embung akan menggerakkan ekonomi pada tahun 2015.

Setelah penyampaian materi oleh ketiga narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Lima orang penanya dari pihak perbankan, pemerintah daerah, dan akademisi termasuk mahasiswa, menunjukkan antusiasme peserta seminar dalam rangka ikut serta mendorong pembangunan nasional. Selanjutnya acara ditutup oleh moderator dan pembawa acara. (rk/af)