Pembacaan dan Penandatanganan Ikrar Pejabat Fungsional Peneliti di Lingkungan BKF

Jakarta (23/06): Bertempat di Ruang Rapat Analisis dan Fiskal, Gedung R.M. Notohamiprodjo Lantai 3 Badan Kebijakan Fiskal (BKF), dilakukan Pembacaan Ikrar Para Pejabat Fungsional Peneliti di lingkungan BKF, dan setiap Pejabat Fungsional Peneliti akan menandatangani Ikrar sebagai perwujudan janji dari para peneliti dalam melaksanakan tugasnya sebagai Peneliti Kementerian Keuangan. Secara simbolis, penandatanganan Ikrar diwakili oleh Syahrir Ika, Peneliti Utama dengan disaksikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Acara ini dihadiri oleh seluruh peneliti yang ada di BKF dan para Kepala Pusat di Lingkungan BKF, dan didahului dengan pembacaan Lampiran Keputusan  Kepala BKF tentang Penugasan Peneliti pada Unit Eselon II BKF.

Kepala BKF, Suahasil Nazara, dalam arahannya menyampaikan bahwa institusi BKF sebagai perumus rekomendasi kebijakan, rohnya adalah lembaga penelitian dan pengembangan, tapi BKF memiliki perbedaan yang mendasar dibandingkan lembaga penelitian lain, yaitu lebih didengar dan memiliki dampak terhadap kebijakan. Pemikiran BKF didengar, mewarnai kebijakan dan sangat relevan dengan berbagai kebijakan publik dan mempunyai dampak yang besar terhadap sektor ekonomi dan fiskal.  Semua pegawai BKF, baik struktural maupun fungsional peneliti, rohnya adalah peneliti, oleh karena itu BKF akan mendukung sepenuhnya setiap kegiatan kepenelitian.

Kepala BKF juga mengharapkan peneliti di BKF harus “Jago” artinya peneliti di BKF harus hebat dari sisi tingkat dan jenjang jabatan fungsionalnya. Artinya setiap peneliti harus menanamkan motivasi diri untuk dapat mencapai jenjang peneliti tertinggi.  Peneliti BKF harus bisa mengatur dan membuat jadwalnya sendiri untuk mencapai target sesuai dengan kemampuannya, “Kalau bisa setiap tarikan nafasnya harus bisa bernilai KUM” sehingga bisa mempercepat untuk kenaikan jenjang jabatan para peneliti. Selain itu, peneliti harus “diakui” bukan hanya di internal Kementerian Keuangan tetapi juga di akui di luar Kementerian Keuangan bahkan sampai go international. Suahasil mendorong para peneliti untuk aktif berkompetisi mengikuti seminar atau konferensi baik di dalam maupun di luar negeri melalui forum call for paper.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Presentasi dari Peneliti dengan Pembicara pertama, Joko Tri Haryanto yang menyampaikan paparan dengan Judul “OECD Paper: Development in Individual OECD Countries and Selected Non Member Economis; Indonesian Case“, dan Pembicara kedua Sigit Setiawan yang menyampaikan paparan dengan Judul “OECD Paper: The Future of Productivity & Produktivitas Indonesia”. Acara presentasi dimoderatori oleh Syahrir Ika. (gh)