Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Medan
Medan (30/07): Dalam rangka rangkaian kegiatan Forum Ekonom Kementerian Keuangan Tahun 2015, Kementerian Keuangan dalam hal ini adalah Sekretariat Jenderal c.q. Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Badan Kebijakan Fiskal (BKF), dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) kembali menyelenggarakan seminar “Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini” di Convention Hall II Ground Floor, Hotel Santika Premier Dyandra, Medan Sumatera Utara dengan sub tema “Mewujudkan Sumatera Utara yang Berdaya Saing dan Sejahtera”.
Seminar dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dan dilanjutkan dengan welcome remarks oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan Drs. Haryana, M.Soc.Sc. Beliau mengharapkan kegiatan seminar ini menjadi Media untuk menciptakan komunikasi dan sinergi semua pihak dalam mewujudkan fungsi pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah sehingga menciptakan kebijakan fiskal yang sustainable. Sementara itu, hal senada disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Ekonomi, SDM, dan Keuangan, Ir. Riadil Akhir Lubis, M.Si., dalam Keynote Speech. Beliau juga memaparkan kondisi singkat perekonomian regional Sumatera Utara di triwulan I 2015 yang mengalami kemunduran dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2014, sehingga adanya diskusi ini mampu menjadi pemicu untuk pertumbuhan ekonomi dalam triwulan berikutnya. Hal lain yang melatarbelakangi kenapa begitu pentingnya sosialisasi ini dilakukan ke tiap daerah adalah karena APBN mempunyai fungsi otorisasi perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi, sehingga kegiatan seperti ini harus selalu dilakukan sebagai sumber informasi dan media koordinasi antara pusat dan daerah.
Antusiasme pelaksanaan seminar ini sangat tinggi, hal ini dibuktikan dengan kehadiran peserta seminar dari berbagai intansi terkait yaitu Pemda setempat, Dispenda, SKPD, OJK, kalangan perbankan, dan akademisi, serta para ekonom setempat. Hadir pula dalam kesempatan tersebut para eselon II unit intasi vertikal Kementerian Keuangan di Sumatera Utara dan Plh. Wali Kota Medan Ir. H. Syaiful Bahri Lubis, M.Si.
“Seminar ini diharapkan menjadi tuntunan bagi daerah khususnya medan dalam menjalankan kebijakan pembangunan daerah dan pelaksanaan APBD”. Hal tersebut diungkapakan Prof. Dr. Ramli, S.E., M.S., (Ketua ISEI Medan) yang bertindak sebagai moderator. Pembicara pertama yaitu Mirza Effendi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Sumatera Utara. Beliau memaparkan presentasi mengenai “Kajian Regional 2014 dan Triwulan I 2015”.
Pembicara kedua adalah Dr. Abdurohman, Kepala Bidang Analisis Fiskal, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal yang memaparkan kebijakan fiskal dan perkembangan ekonomi terkini. Secara singkat, Abdurohman menjelaskan tentang potret perkembangan ekonomi global dan domestik yang saat ini dibayangi gejolak dan ketidakpastian, mengalami perlambatan ekonomi, dan perlambatan kinerja nasional di Q1 2015, Perkembangan APBN, serta tantangan dan arah kebijakan kedepan.
Pembicara ketiga adalah Nugroho Iman Santosa, S.E., M.P.M., Kepala Bagian Kontrol Intern, Sekretariat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan yang menjelaskan tentang transfer ke daerah dan dana desa serta kinerja pengelolaan APBD. Pembicara keempat yaitu Ekonom Kementerian Keuangan Proinsi Sumatera Utara, Wahyu Ario Utomo, S.E., M.Ec. yang memaparkan perkembangan ekonomi dan potensi Provinsi Sumatera Utara. Sebagai pembicara terakhir adalah Prjiono, S.E., M.P.M., Ph.D., Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral, Badan Kebijakan Fiskal yang menjelaskan tentang Asian Infrastructure Investment Bank sebagai salah satu alternatif sumber pembiayaan infrastruktur di Indonesia. Sesi seminar diakhiri dengan diskusi dan di tutup pukul 13.00 WIB. (aanridha/Jiendra)