Workshop RE dan Sosialisasi Harus Dioptimalkan
Jakarta (12/08): Bertempat di Ruang Serbaguna Gedung R.M. Notohamiprodjo, Kementerian Keuangan, Workshop Forum Ekonom Kementerian Keuangan kembali digelar. Workshop kali ini bertujuan untuk mendapatkan penguatan dan masukan mengenai kondisi ekonomi terkini. Workshop yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara dan dilanjutkan dengan keynote speech dari Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro. Dalam pidatonya, Menkeu menyampaikan bahwa dalam menghadapi perekonomian saat ini kita harus tanggap pada pelemahan yang ada dan berusaha mencari perbaikannya. Selain itu, Menkeu menambahkan jika saat ini mekanisme komunikasi dan sosialisasi dari Kementerian Keuangan ke daerah-daerah harus dioptimalkan agar informasi yang sampai ke masyarakat di seluruh daerah merupakan informasi yang benar dan akurat.
Hadir sebagai moderator pada workshop kali ini, Prof. Robert Arthur Simanjuntak , S.E, M.Sc., Ph.D. dengan Pembicara Luky Alfirman, Ph.D., Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal yang menyampaikan paparan tentang “Kebijakan Fiskal untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dengan Tetap Menjaga Stabilitas Makro Ekonomi”. Dalam paparannya, Luky menjelaskan jika perekonomian global 2015 yang juga berdampak pada perekonomian Indonesia belum menunjukkan perbaikan signifikan. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ada beberapa risiko ekonomi global yang harus Indonesia waspadai seperti harga komoditas global, kinerja perekonomian Negara maju, kinerja perekonomian emerging market dan ketidakpastian kebijakan moneter Negara maju. Meskipun mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi pada semester I, pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali meningkat di semester II. Berbagai strategi kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pun telah dirancang oleh pemerintah. Strategi kebijakan tersebut mencakup kebijakan jangka pendek melalui stimulus fiskal dan kebijakan jangka panjang melalui reformasi APBN yang mencakup optimalisasi pendapatan Negara, perbaikan kualitas belanja dan upaya menjaga kesinambungan sumber pembiayaan. (IS/PG/GH)





