Menggali Tema Utama dan Topik Seminar Jelang Sidang Tahunan IDB ke 41
Jakarta (6/9): Dalam rangka Seminar Sidang Tahunan IDB ke 41 tahun 2016, Pada tanggal 27 Agustus lalu di Kota Bandung, BKF mengadakan Focus Group Discussion untuk menggali tema utama dan topik seminar Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke 41 di Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang terdiri atas akademisi dari beberapa universitas terkemuka, lembaga keuangan dan perbankan. Acara dibuka oleh Ucok Marisi, Kepala Kanwil DJBC dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Joko Wintoro, Kepala Kanwil DJP dan Kindy Renaldi sebagai moderator. FGD ini menghadirkan empat narasumber yaitu Mahfud Sujai (Peneliti BKF), Rudi Muhamad, Nury Efendi (regional economist) dan Dewo Bronto (BAPPENAS). Ada beberapa nilai penting yang menjadi fokus pembahasan pada Sidang IDB tahun 2016 yaitu infrastruktur berbasis syariah, macro finance, higher education, development of islamic finance, poverty allevation dan private sector and PPP (Public Private Policy).
Mahfud Sujai(Peneliti BKF) selaku narasumber pertama memaparkan beberapa hal mengenai profil IDB, peranan IDB dan kerjasama IDB dengan Indonesia. IDB didirikan untuk menyediakan pembiayaan yang sesuai dengan syariah Islam untuk pembangunan ekonomi dan sosial bagi negara-negara anggotanya dan komunitas muslim di luar negara anggota. Pada saaat ini keanggotaan IDB terdiri dari 56 negara anggota (sekitar 1500 peserta) dengan syarat negara tersebut merupakan anggota OKI (Organisasi Konferensi islam). Kerjasama IDB Group dengan Indonesia dilakukan melalui perkembangan sektor swasta, trade finance untuk komoditas strategis, penjaminan investasi dan kredit ekspor. IDB merupakan mitra pembangunan Indonesia dalam hal pembiayaan syariah dengan nilai pembiayaan terbesar ketiga setelah Asian Development Bank dan World Bank Group.
Nury Efendi selaku regional economist dari Jawa Barat memaparkan perkembangan pertumbuhan perekonomian di provinsi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan Jawa Barat tumbuh 6,06% dimana angka pertumbuhan ini sudah berada di atas angka pertumbuhan nasional yaitu 5,78%. Untuk Indeks Pembangunan Manusia juga mengalami kenaikan tetapi sangat kecil namun tetap berada di atas angka nasional. Hal yang sama terjadi pada gini rasio. Lebih lanjut ia menjelaskan Penanaman Modal Asing di Jabar juga mengalami kenaikan misalnya untuk pembangunan jalan tol. Sebanyak 62% perekonomian Jawa Barat didukung oleh komponen konsumsi rumah tangga dimana industri pengolahan menjadi sektor perekonomian yang memberikan kontribusi terbesar.
Rudy sebagai narasumber ketiga menyampaikan beberapa hal terkait dengan sumber-sumber energi dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian melalui Provinsi Jawa Barat. Menurut beliau, Jawa Barat bergerak pada sektor tersier dan skunder. Untuk menggerakkan sektor tersebut, konsumsi energi tertinggi ada pada sektor industri. Selain itu, Jabar merupakan leading pemasok panas bumi. Proses pembangunan infrastruktur untuk 10 atau 20 tahun mendatang, Jabar akan tetap menjadi tumpuan untuk perkembangan perekonomian baik dalam hal infrastruktur, properti dan sektor lainnya. Poin yang harus diperhatikan adalah bagaimana Indonesia mampu menjadikan sidang tahunan nanti sebagai peluang yang sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi.
Dewo Bronto sebagai narasumber terakhir merasa kecewa dengan lemahnya aset perbankan di Indonesia dibandingkan dengan London yang notabene bukan merupakan negara Islam. IDB merupakan kesempatan besar dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan adanya dukungan pada RPJM dan sudah memiliki road map islamic finance. Road map ini dikoordinasikan oleh Bappenas yang nantinya akan melibatkan Kemenkeu, OJK, dll . Bagaimana caranya agar Jawa Barat sebagai wilayah yang memiliki potensi yang sangat besar mampu memberikan kontribusi untuk pertumbuhan islamic finace. Diharapkan dari sidang tahunan nanti kita mampu menghasilkan kerja sama yang nyata yang mampu memberikan kontribusi kepada negara lain.
Setelah pemaparan dari beberapa narasumber, acara selanjutnya adalah diskusi dan forum tanya jawab. Acara ini ditutup dengan pemberian cenderamata kepada perwakilan dari seluruh peserta.
(PNS/IS)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)