Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Bandung

Bandung (22/09): Seminar “Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini” dalam rangka Forum Ekonom Kementerian Keuangan dilaksanakan di Kota Kembang, pada hari Selasa tanggal 22 September 2015 bertempat di Aula Dwi Warna, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat, Jl. Diponegoro, Bandung. Hadir dalam kesempatan tersebut Plh. Gubernur Jawa Barat, Iwa Karniwa, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto, dan Direktur Jenderal Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono.

Seminar diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama dan pembacaan do’a, dilanjutkan dengan sambutan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan. Marwanto Harjowiryono mengharapkan seminar yang dilaksanakan memberikan manfaat dan solusi bagi semua pihak tentang hal-hal yang berkaitan dengan kajian fiskal regional. Hari ini kita akan bisa melihat seberapa jauh pengaruh APBN terhadap pelaksanaan proyek-proyek daerah, situasi terkini tentang kondisi perekonomian dunia dan nasional, serta kebijakan perekonomian daerah dalam konteks mendorong proses pendanaan di tahun 2016. “Boleh saja dengan patriotik kita berkata bisa mandiri, tetapi fakta dilapangan kondisi kekuatan ekonomi kita masih jauh dibanding negara-negara lain yang sudah maju”, kata Marwanto.

Hal yang sama dikatakan oleh Plh. Gubernur Jawa Barat, Iwa Karniwa tentang update situasi ekonomi terkini baik nasional maupun regional daerah. Mengenai langkah-langkah kebijakan yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Barat lebih diarahkan untuk 4 (empat) hal : (1) Pendidikan, (2) Kesehatan, (3) Peningkatan daya beli, dan (4) Pembangunan infrastruktur. Dengan anggaran yang terbatas ditahun 2016 sebesar 25 Triliun, pemerintah daerah Jawa Barat berusaha meracik dan meramu berbagai kebijakan yang mendukung kesejahteraan rakyat dengan optimalisasi anggaran yang ada. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan I sebesar 4,8%.

Sambutan ketiga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan sekaligus membuka secara resmi acara seminar yang ditandai dengan pemukulan gong. Secara global, Hadiyanto mengharapkan pertumbuhan ekonomi daerah khususnya Jawa Barat bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2016.

Acara selanjutnya dipandu oleh Acurviarta Kartabi, Wakil Ketua ISEI Jawa Barat, sebagai moderator. Hadir sebagai pembicara adalah Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Parjiono yang menjelaskan tentang perkembangan perekonomian terkini khususnya membahas tantangan dan prospek. Parjiono secara rinci memaparkan perkembangan perekonomian global dan domestik, strategi kebijakan pemerintah, perkembangan realisasi APBN-P 2015 dan kebijakan RAPBN 2016 serta disinggung secara umum tentang kebijakan dana desa.

Sebagai pembicara kedua, Nury Effendi (Ekonom Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Barat) menjelaskan kondisi geografis dan perekonomian regional Jawa Barat, PMA dan PMDN Provinsi Jawa Barat, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, APBD Jawa Barat, Potensi Jawa Barat dalam kontelasi nasional, pembangunan infrastruktur, dan wisata. Dalam mencapai itu semua tentu tidak lepas dari permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Optimalisasi infrastruktur sarana dan prasarana transportasi, peningkatan ketahanan pangan dan ketahanan energi, dan peningkatan akses pendidikan dan kesehatan menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sehubungan dengan hal tersebut, sangat diperlukan upaya kerja keras dari semua pemangku kepentingan, termasuk peningkatan sinkronisasi dan koordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/ Kota untuk mengatasi beberapa masalah dan tantangan tersebut diatas secara bertahap.

Sementara itu, Lily Kuntratih (Kepala Subdirektorat Data Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan) sebagai pembicara ketiga membahas tentang transfer ke daerah dan dana desa Tahun 2015, serta kinerja pengelolaan APBD. Lily Kuntratih menjelaskan lebih detail pokok-pokok kebijakan dana desa tahun 2015 dan Roadmap dana desa, serta mekanisme alokasi dana desa.

Presentasi ditutup oleh Asri Isbandiah Hadi (Kepala Bidang Pembinaan  Pelaksanaan Anggaran II, Direktorat Jenderal Perbendaharaan) sebagai pembicara terakhir yang menjelaskan tentang pelaksanaan APBN dan APBD di Jawa Barat terkait struktur APBN dan APBD, komposisi pendapatan daerah, serta realisasi anggaran daerah. (aanridha-TS)