Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Palu

Palu (22/09): Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Provinsi Sulawesi Tengah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) kembali mengadakan seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini Tahun 2015 yang bertempat di Emerald Ballroom Hotel Mercure, Palu, Sulawesi Tengah pada hari Selasa tanggal 22 September 2015. Acara dimulai pada pukul 09.00 WITA diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan pembacaan doa oleh seluruh peserta seminar.

Welcome Remarks disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Mattaro Nurdin Arta, MM. Seminar dibuka secara resmi oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Asisten II Bidang Pemerintahan dan Kesra DR. Ir. Bunga Elim Somba, M.Sc. Dalam pembukaannya, Bunga Elim Somba menjelaskan bahwa seminar Kebijakan Fiskal 2015 dan Perkembangan Ekonomi merupakan salah satu implementasi program Nawa Cita Kabinet Kerja dengan menjaring informasi dari para pemangku kepentingan di daerah serta menjelaskan perkembangan ekonomi terkini baik tingkat global maupun nasional, agar tercapai harmonisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Pemaparan materi menghadirkan tiga pembicara yaitu: Kepala Bidang Analisis Ekonomi Internasional dan Hubungan Investor, Dalyono SE, MBA., yang  membahas Perkembangan Perekonomian dan Fiskal Terkini (APBNP 2015); Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Desky Wijaya, SE. Ak., ME yang membahas Kebijakan dan Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa; dan DR.Ir. Moh. Ahlis Djirimu, SE, DEA,Ph.D., Ekonom Kementerian Keuangan Propinsi Sulawesi Tengah. Pembicara juga didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Mattaro Nurdin Arta, MM dan Kepala Bidang Sosial Budaya BAPPEDA Provinsi Sulawesi Tengah, Ukas Abdul Latif SE, M.Pd dengan  moderator Dr. Ir. Muhd. Nur Sangadji DEA, mewakili ISEI Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam paparannya, Dalyono menjelaskan mengenai paket kebijakan untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan. Dalyono memaparkan kondisi perekonomian global dan domestik tahun 2015 serta strategi kebijakan pemerintah untuk menciptakan anggaran yang lebih sehat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dalyono juga menambahkan meski dihadapkan sejumlah tantangan, perekonomian domestik diharapkan tetap kondusif, APBN menghadapi tantangan namun memiliki potensi untuk mendorong peningkatan perekonomian Indonesia. Struktur APBNP 2015 mengalami perubahan fundamental dengan pergeseran belanja ke arah belanja produktif, efisiensi belanja K/L, subsidi yang tepat sasaran, serta koordinasi yang lebih baik antara K/L dengan BUMN.

Dalam paparan selanjutnya, Desky Wijaya menjelaskan mengenai pokok-pokok kebijakan dan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2015 yang meliputi Realisasi Capaian Kinerja Transfer ke Daerah dan Dana Desa, Perubahan Alokasi Dana Bagi Hasil dalam APBNP 2015, Kebijakan Perhitungan DAU, Arah Kebijakan Dana Alokasi Khusus 2015, Kebijakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2015, Kebijakan DID 2015 dan Kebijakan Dana Desa 2015.

Selanjutnya, paparan yang dikemukakan oleh Moh. Ahlis Djirimu mengenai Kinerja Pembangunan Ekonomi dan Temuan Empiris Fiskal Sulawesi Tengah. Dalam paparannya Moh. Ahlis menyampaikan hasil analisis indikator makroekonomi provinsi Sulawesi Tengah yang meliputi pertumbuhan ekonomi, inflasi dan keuangan. Adapun temuan empiris yang dilakukan membuahkan kesimpulan yaitu ada sembilan kabupaten yang mempunyai tax ratio dibawah 1%, tiga kabupaten mempunyai ratio belanja 70 % terhadap PDRB selama periode 2011-2014, dan kemandirian fiskal kabupaten di Sulawesi Tengah masih dibawah 8%.

Acara ditutup dengan diskusi dan tanya jawab. Isu mengenai transfer dan perekonomian daerah mendominasi pertanyaan yang diajukan oleh para peserta. (ds/tv)