Partisipasi Kemenkeu Dalam Pameran Anti Korupsi 2015
Bandung (11/12): Bertempat di di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari Bandung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Festival Hari Antikorupsi 2015 tanggal 10 – 11 Desember 2015. Festival ini biasanya diselenggarakan setiap 9 Desember sebagai wujud peringatan Hari Anti Korupsi Internasional, namun tahun ini dimundurkan sehari. Hal ini karena pada tanggal 9 Desember 2015 diadakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Dengan mengambil tema Berbagi Peran Membangun Negeri, Berbagi Peran Memberantas Korupsi diharapkan dapat menumbuhkan inisiatif dari masyarakat dan komunitas, melibatkan masyarakat dan komunitas sebagai aktor utama, menumbuhkan rasa kepemilikan dan keterlibatan masyarakat.
Dalam Festival digunakan jargon kata "Prung” yang dalam Bahasa Sunda bermakna ajakan yang mengandung ikrar bersama dan semangat untuk memerangi korupsi melalui perbaikan diri. Harapannya, ini menjadi sebuah idiom yang memasyarakat, sehingga warga dapat menggunakan kata “Prung” sebagai sebuah sikap untuk jujur dan tidak korupsi.
Kegiatan Festival Antikorupsi 2015 dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik terkait langkah yang diambil selama ini di dalam mendorong gerakan antikorupsi yang telah direspons oleh berbagai pihak sekaligus mempresentasikannya kepada masyarakat sesuai dengan format program/kegiatan dan karya yang dirancang, dibangun dan dikembangkan oleh masing-masing pemangku kepentingan.
Alasan kota Bandung menjadi penyelenggara karena memiliki nilai lebih dalam keterlibatan publik dengan banyaknya komunitas, infrastruktur yang memadai, dan perbaikan kinerja dalam pencegahan korupsi dari tahun ke tahun. Gema kampanye antikorupsi pun akan lebih menyebar karena di Bandung berita lebih cepat menyebar di media sosial maupun penyebaran oleh para aktivis netizen.
Selain agenda utama deklarasi antikorupsi, kampanye, talkshow, dan seminar juga digelar berbagai kegiatan seperti lelang barang-barang gratifikasi, lomba film antikorupsi, dan pemberian penghargaan. Beberapa kegiatan pendukung lainnya seperti Festival Kampung Kreatif di kawasan Dago Pojok, Pentas Teater Rakyat, Parenting Antikorupsi, Prung Semai Kebaikan di lima SMA/SMK di kota Bandung, Kampanye Kain Perca Integritas, hingga Konser Musik Rakyat di Lapangan Tegallega.
Peserta festival adalah instansi pemerintah antara lain kementerian, lembaga dan pemerintah, BUMN/D, sektor swasta, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, lembaga pendidikan, media massa, komunitas, kelompok dan perorangan yang telah membuat program/kegiatan dan karya nyata terkait upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Peresmian Festival yang kiranya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo akhirnya dibatalkan dan diganti oleh Menteri Koordinasi Pulkamko Luhut Panjaitan. Acara pembukaan secara berurutan dimulai dari Sambutan Selamat Datang oleh Gubernur Jawa Barat, Sambutan Ketua Sementara KPK, Pidato Peringatan Hari Antikorupsi 2015, Peninjauan Stand Integrity Expo dan Konferensi Pers Peringatan Hari Antikorupsi se Dunia.
Hari kedua Festival, digelar talkshow dan seminar nasional yang dihadiri oleh narasumber Walikota Bandung. Dalam talkshow juga diluncurkan Portal Data Pemerintahan Kota Bandung dalam Rangka Gerakan Data Terbuka Kota Bandung. Seminar Nasional yang mengambil tema Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi pada Pemerintah Daerah Tahun 2015. KPK sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi menyampaikan kepada publik tentang langkah-langkah pencegahan dan penindakan selama 12 tahun kiprahnya bersama-sama masyarakat dan bangsa Indonesia dalam berbagai bentuk informasi program dan kegiatan.
Sebagai salah satu peserta Festival, Kementerian Keuangan juga berpartisipasi aktif dengan menggelar 6 stand yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Politeknik Keuangan Negara STAN serta stand utama Kementerian Keuangan yang merupakan stand kolaborasi dari semua unit eselon I. Materi yang disampaikan terutama terkait dengan pembangunan sistim dan aplikasi sebagai bentuk pengelolaan keuangan yang lebih baik, transparansi, dan akuntabel seperti Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI), Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN), dan Whistleblowing System (WISE) Kementerian Keuangan.
Badan Kebijakan Fiskal juga terlibat aktif meramaikan stand Kementerian Keuangan dengan menggelar kuis yang berisi pertanyaan-pertanyaan edukatif tentang pengetahuan umum korupsi berikut peraturannya dan pengenalan unit-unit eselon I di lingkup Kementerian Keuangan.
Dalam Festival Antikorupsi tahun ini, Kementerian Keuangan meraih penghargaan sebagai stand terbaik yang merupakan pencapaian prestasi 3 tahun berturut-turut (RN/DN/TW/RM).

