Strategi Perumusan Kebijakan Fiskal, Kemenkeu Tingkatkan Peran Akademisi

Jakarta, (10/2): Dalam Seminar Nasional bertajuk “Peningkatan Kualitas Kebijakan Ekonomi Indonesia” yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Magister Akuntansi Kampus UI, Salemba, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara, mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai risiko eksternal dan internal dalam prospek pertumbuhan ekonominya. Ketidakpastian global, perekonomian Jepang yang belum pulih, quantitative easing Eropa yang masih berjalan, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok merupakan faktor dari sisi eksternal. Sedangkan dari sisi internal, yaitu perlambatan pertumbuhan yang diakibatkan oleh supply constraint seperti infrastruktur yang belum memadai, kapasitas produksi yang terbatas karena sektor manufaktur yang belum tumbuh, dan kesenjangan keterampilan baik inovasi maupun teknologi. Selain itu pertumbuhan yang tidak inklusif juga menjadi risiko yang dihadapi Pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut Suahasil mengatakan, untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah telah membuat dua strategi besar dengan melakukan budget reform dan memberikan stimulus fiskal. Tentu saja strategi tersebut merupakan strategi kebijakan yang dirancang berdasarkan pada pengetahuan (evidence based policy). Pengetahuan yang berasal dari analisis para akademisi dari Perguruan Tinggi, menjadi cikal bakal perumusan kebijakan di Kementerian Keuangan dalam merumuskan kebijakan yang kredibel.

Berangkat dengan hal tersebut, Badan Kebijakan Fiskal yang merupakan unit perumus kebijakan fiskal di Kemenkeu terus meningkatkan keterlibatan para akademisi di Indonesia untuk mendesain kebijakan berbasis riset yang dapat diimplementasikan langsung oleh Pemerintah. Beberapa cara yang  telah dilakukan Kemenkeu antara lain membentuk Tim Asistensi Kemenkeu, melakukan kerjasama penelitian dan yang terbaru membentuk Forum Ekonom Kementerian Keuangan.

Suahasil berharap para ekonom yang merupakan akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi dapat terus mempengaruhi kebijakan Pemerintah agar kebijakan yang dibuat merupakan kebijakan berkualitas yang berbasis pada ilmu pengetahuan.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran Forum Ekonom Indonesia (FEI) yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Hadiyanto. FEI merupakan wadah bagi para penggiat ekonom yang lebih menekankan pada semangat akademisi dan berbasis kampus, serta fokus ke bidang keilmuan. FEI terbentuk dengan visi untuk menjadi forum bagi para Ekonom dalam pengembangan ilmu ekonomi dan peningkatan kualitas kebijakan ekonomi berbasis riset untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia. (is/as)

File Terkait:

Baca   Download