FGD Indikasi dan Analisis Indikator Utama Ekonomi

Jakarta, (4/3): Bertempat di Gedung Radius Prawiro Kementerian Keuangan, pada tanggal 3 Maret 2016, Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) Badan Kebijakan Fiskal mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan “Leading Economic Indicators: Sistem Peringatan Dini Perekonomian” dengan menghadirkan narasumber Damhuri Nasution, Head of Economic Research and Senior Econometrician pada Danareksa Research Institute. FGD yang dihadiri oleh para pegawai di lingkungan Badan Kebijakan Fiskal ini dibuka oleh Kepala Bidang Pemantauan Sistem Keuangan, Syaifullah. Syaifullah menyampaikan bahwa latar belakang diadakannya FGD ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai identifikasi dan analisis economic leading indicators, khususnya indikator-indikator yang besar pengaruhnya terhadap stabilitas sektor keuangan.

Dalam paparannya, Damhuri Nasution menyampaikan bahwa Leading Economic Indicators (LEI) dapat memberikan informasi mengenai arah perekonomian ke depan, apakah menuju fase ekspansi atau fase resesi. Dengan demikian LEI dapat menjadi suatu sistem peringatan dini. Informasi ini sangat penting baik bagi dunia usaha maupun pemerintah.

Jika dibandingkan dengan Macroeconometric dan Time Series Model, LEI memilik beberapa kelebihan, antara lain (1) Data tersedia lebih cepat (timeliness) dan high frequency (monthly basis); (2) Tidak ada hubungan fungsional antara leading dengan coincident index maupun reference series, sehingga tidak diperlukan proyeksi atau pengasumsian nilai variabel bebas; (3) Leading Index dapat memberikan deteksi dini (early warning system) tentang arah pergerakan perekonomian secara agregat baik level maupun laju pertumbuhannya. Dengan kata lain metode ini dapat memberikan signal tentang kemungkinan terjadinya turning point dalam beberapa periode mendatang; (4) Komponen pembentukan indeks dipilih berdasarkan judgment, studi literature, serta statistical test. Sehingga beberapa ahli mengatakan metode ini atheoritical.

Bagi dunia usaha, LEI berfungsi dalam membuat keputusan ekspansi usaha, keputusan investasi di pasar modal, dan peluncuran produk baru. Sedangkan bagi pemerintah, LEI dapat memberi informasi arah perekonomian yang menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembuatan kebijakan mengenai subsidi, kebijakan mengenai stimulus fiskal, serta studi perilaku (volatilitas) beberapa variabel makroekonomi menurut fase perekonomian sehingga penting untuk manajemen risiko fiskal. (atw/pg)