Working Team Meeting: Macro Prudence and Risk Management

Jakarta, (21/04): Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan RI, bekerja sama dengan Japan Bank for Investment Coorperation (JBIC) menggelar Working Team 2 Meeting dengan tema “Macro Prudence and Risk Management”. Acara yang merupakan kerjasama tahunan antara Kementerian Keuangan dan JBIC ini digelar di Hotel Borobudur pada hari Kamis tanggal 21 April 2016. Selain dari Kementerian Keuangan dan JBIC, turut hadir dalam acara ini antara lain perwakilan dari World Bank, AIPEG, ADB, BI, OJK, PLN, dan BPJS.

Acara diawali dengan opening remark yang disampaikan oleh Zenko Shinoyama, Director General of JBIC. Dalam sambutannya Ia menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan acara diskusi ini dan berharap agar semua peserta bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan dari para pembicara. Selanjutnya Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara, membuka acara diskusi sekaligus menyampaikan apresiasinya kepada semua partisipan yang hadir. Melalui diskusi ini, Ia berharap mendapatkan pengetahuan dari pengalaman negara lain dalam menyelesaikan permasalahan pendanaan, khususnya infrastruktur.

Acara dibagi menjadi empat sesi diskusi. Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Parjiono, memandu diskusi sesi pertama dan kedua. Sesi pertama dengan tema “Managing Long-Term Funding to Support Economic Growth” dipresentasikan oleh Zenko Shinoyama. Beliau memaparkan bagaimana pendanaan jangka panjang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara optimal. Selanjutnya Edwin Syahruzad, Direktur Keuangan dan Investasi PT Sarana multi Infrastruktur, mempresentasikan tema sesi kedua yaitu “Overview of Infrastructure Financing in Indonesia”. Pada sesi ini Edwin memaparkan tata cara pembiayaan infrastruktur di Indonesia dan bagaimana menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada.

Diskusi sesi ketiga dan keempat dipandu oleh Zenko Shinoyama. Sesi ketiga dengan tema “Development of Infrastructure Financing in Other Countries” dipresentasikan oleh Fumihiro Honda, Chief Analyst of Japan Credit Rating Agency, dan Chu Kok Wei, Group Head of Treasury & Markets of CIMB Group. Sesi terakhir pada acara ini mendiskusikan “Future of Bond Market for Indonesia: Will it Help?”. Pada sesi ini, Vice President Operations of Credit Guarantee and Investment Faciliy, Boo Hock Khoo, memaparkan bagaimana kerangka kerja yang baik didefinisikan dan membantu meningkatkan perkembangan obligasi yang likuid, aktif, dan menarik.

Keempat sesi diskusi pada acara ini berjalan dengan sangat baik. Para peserta berdiskusi secara aktif dan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Setelah keempat sesi diskusi berakhir, acara ditutup oleh Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Parjiono. (atw/is)