First Annual Islamic Finance Conference May 17 2016

Bagi mayoritas negara berkembang, infrastruktur merupakan faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Lambatnya pembangunan infrastruktur dapat menjadi sinyal terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga dapat mengurangi kemiskinan dengan menciptakan lapangan kerja & kegiatan ekonomi, mengurangi biaya produksi dan transportasi melalui perbaikan transportasi dan konektivitas, serta meningkatkan akses terhadap fasilitas utama seperti kesehatan, pendidikan, dan pelayanan dasar lainnya.
Namun demikian, pembangunan infrastruktur di negara-negara berkembang, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, belum menunjukkan hal yang menggembirakan. Dalam kasus negara-negara anggota Islamic Development Bank (IDB), hampir 80 persen dari usulan untuk pembiayaan IDB berasal dari sektor infrastruktur, seperti energi, air, transportasi dan telekomunikasi. Kondisi ini mencerminkan pembiayaan infrastruktur di negara berkembang masih mengalami kesenjangan yang cukup signifikan.
Ke depan, kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan ekonomi diperkirakan akan semakin besar, terutama bagi negara-negara yang membutuhkan dana untuk membiayai proyek infrastruktur. Mengingat besarnya kebutuhan pendanaan atas proyek tersebut, pemerintah tidak dapat mengandalkan sumber pembiayaan semata-mata dari anggaran negara. Dalam perkembangannya, pasar sukuk tumbuh menjadi salah satu sumber pembiayaan baru yang potensial dan penting untuk mendanai proyek-proyek jangka panjang tersebut.
Di samping pembangunan infrastruktur, inklusi keuangan juga merupakan agenda penting bagi negara-negara berkembang. Inklusi keuangan berperan penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan. Dalam satu dekade terakhir, produk perbankan dan asuransi ritel mulai digunakan sebagai instrumen untuk mengimplementasikan strategi inklusi keuangan. Selain itu, sukuk ritel juga telah diperkenalkan sebagai jenis alternatif instrumen investasi, yang memberikan kesempatan kepada investor ritel untuk berkontribusi dalam pembiayaan publik.
Kementerian Keuangan, bekerjasama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Islamic Research and Training Institute, dan Islamic Development Bank Group, akan menyelenggarakan “1st Annual Islamic Finance Conference/Forum on Sukuk for Infrastructure Development: Sukuk for Infrastructure Financing and Financial Inclusion Strategy”, seminar satu hari yang akan mempertemukan pembuat kebijakan, regulator, akademisi, serta pelaku pasar keuangan syariah yang paling berpengaruh dari seluruh dunia untuk membahas isu-isu utama yang akan membantu meningkatkan peran keuangan Islam dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Pembukaan
8.30


Panel 1: Policy and Strategy to Enhance Infrastructure Development and Financial Inclusion
9.30


Panel 2: Innovation in Sukuk Issuance
11.05



Panel 3: Sukuk Issuance for Infrastructure Financing
14.00


Penutupan
15.40


Lokasi

Jakarta Convention Center
Assembly Hall 1
Alamat:
Jl. Jend. Gatot Subroto,
Jakarta 10270

Bekerjasama Dengan


Didukung Oleh


Registrasi
Registrasi peserta dapat dilakukan melalui link di bawah ini*:
http://sideevents.isdb2016jakarta.id/register.php
*) Finalisasi kepesertaan akan ditentukan oleh panita acara
Hubungi Kami
SEKRETARIAT
Badan Kebijakan Fiskal
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Surel: aifc@fiskal.depkeu.go.id
+62 21 348 33208