Meningkatkan Ketahanan Negara Anggota IDB dalam Konteks Pembangunan, Keamanan dan Kemanusiaan
Jakarta, (15/5): Sidang tahunan (ST) ke-41 IDB akhirnya dimulai. Ada berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan selama acara digelar diantaranya seminar, workshop dan eksibisi. Pada hari pertama pelaksanaan ST IDB ke-41, digelar seminar terbuka untuk publik dengan mengangkat tema “enhancing resilience in IDB member countries – humanitarian, security, and development nexus”.
Seminar yang bertempat di ruang Cendrawasih 1, Jakarta Convention Center ini menghadirkan berbagai narasumber seperti: Tan Sri Dr. Jemilah Mahmood, Under Secretary General for Partnership at IFRC; Roberto Valent, UNDP; dan Dadang Muljawan, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial, BI.
Pembahasan seminar berfokus pada bagaimana negara anggota IDB meresepon bencana dan krisis kemanusiaan yang terjadi di beberapa negara di dunia, studi kasus yang terjadi di Yaman, Indonesia, dan Palestina, serta bagaimana memberikan pembiayaan syariah untuk mengatasi bencana dan krisis tersebut.
Salah satu narasumber yaitu Tan Sri mengatakan bahwa terdapat tiga kunci utama untuk mengatasi krisis kemanusiaan dan bencana yang terjadi. Hal pertama yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan memberikan pembekalan leadership kepada generasi muda selaku generasi penerus agar mereka memiliki perspektif yang sama dalam melihat krisis dan bencana yang sedang terjadi di dunia. Hal kedua adalah dengan membuat strategi dan perencanaan untuk pengelolaan bencana dan terakhir dengan investasi di seluruh area yang terkait dan melibatkan seluruh warga Negara mulai dari kelompok terkecil seperti komunitas hingga pada level nasional seperti institusi atau lembaga.
Setelah sesi presentasi, panel diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta yang hadir. Seminar ditutup dengan closing remarks dari Elmanson Feten, Direktur dari IDB President Office. (is/atw)