Menteri Keuangan Menutup Sidang Tahunan IDB ke-41

Jakarta (19/5): Setelah berlangsung selama lima hari mulai dari tanggal 15 s.d. 19 Mei 2016, hari ini pada pukul 13.00 Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, didampingi Presiden IDB, Ahmad Mohamed Ali, menutup Sidang Tahunan IDB ke-41. “Terimakasih kepada Presiden IDB yang telah mempercayakan Indonesia sebagai tuan rumah Sidang Tahunan IDB ke-41 dan terima kasih atas partisipasi semua negara anggota IDB sehingga acara sidang tahunan IDB ini berjalan dengan baik” ucap Bambang dengan rasa haru.

Dari 57 negara anggota IDB, hadir 173 delegasi yang terdiri dari 31 Dewan Gubernur dan 22 perwakilan Dewan Gubernur. Sedangkan total peserta yang mengikuti seluruh seminar yang hadir dalam Sidang Tahunan IDB sebanyak 5.083 orang.

IDB dan negara-negara anggota menandatangani perjanjian-perjanjian pendanaan pembangunan senilai USD 1,6 milyar, yang diantaranya terdiri dari: 1) Indonesia: USD 824 juta untuk program infrastruktur, pendidikan, dan pembangkit tenaga listrik; 2) Kamerun: USD 157 juta untuk dua proyek pembangunan jalan dan transportasi; 3) Iran: USD 104 juta untuk program jaringan irigasi; dan 4) Nigeria: USD 84 juta untuk proyek pembangkit listrik.

Sebelumnya, Indonesia dan IDB telah menandatangani kesepakatan dalam kerangka Member Country Partnership Strategy (MCPS) untuk jangka waktu 2016-2020 sebesar USD 5,2 milyar. Selain itu, dalam rangka meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, IDB juga menandatangani sejumlah nota kesepahaman dengan Mesir, UNDP, KADIN, dan Dewan Internasional untuk promosi dan pendidikan bahasa arab.

Dalam Sidang Tahunan ke-41 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta ini, IDB menyuguhkan side events berupa pameran serta beragam seminar dan diskusi yang dihadiri oleh para pakar di bidang masing-masing dari berbagai negara. Seminar diantaranya membahas pengembangan investasi syariah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, pembiayaan syariah yang inovatif untuk pengentasan kemiskinan, pengembangan pasar syariah mikro bagi keuangan inklusif, pendanaan syariah di sektor infrastruktur, serta ketahanan, kemanusiaan, dan  keamanan di negara anggota IDB. (atw/aam)