The 3rd Investment And Infrastructure Working Group

The 3rd Investment And Infrastructure Working Group

Denpasar, (21/6): Pada tanggal 2 Juni 2016 lalu, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Presidensi G20 Tiongkok telah menyelenggarakan The 3rd Investment Infrastructure Working Group (IIWG) yang bertempat di Grand Ballroom Padma Legian Resort. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari IIWG ke-2 yang telah dilaksanakan  pada  bulan April 2016 di Singapura. Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah delegasi negara anggota G20.  Delegasi Republik Indonesia (Delri) dipimpin oleh Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal (BKF), sebagai salah satu co-chair dari G20 IIWG di bawah Presidensi G20 Tiongkok, dengan anggota delri terdiri dari unsur Kementerian Keuangan, dalam hal ini Badan Kebijakan Fiskal, dan Bank Indonesia. Selain dihadiri oleh delegasi negara anggota G20, pertemuan juga dihadiri oleh sejumlah negara undangan seperti Singapura, Spanyol, Swiss, Kazakhstan, dan organisasi internasional seperti World Bank Group (WBG), IMF, OECD, GIH, dan Multilateral Development Banks (MDBS), seperti ADB, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), European Bank for Reconstruction and Development (EBRD), European Investment Bank (EIB), dan Inter-American Development Banks (IDB), dan New Development Bank (NDB).

Fokus agenda  G20 IIWG 2016 di bawah Presidensi Tiongkok ada pada tiga pilar utama yaitu: (i) penguatan peran Multilateral Development Banks (MDBs) dalam investasi infrastruktur melalui joint actions; (ii) penguatan kerja sama dan sinergi dari berbagai regional infrastructure connectivity initiatives; dan (iii) eksplorasi pembiayaan alternatif untuk infrastruktur dan UMKM. Agenda IIWG juga akan diarahkan untuk mendukung Global Sustainable Development Agenda.

Agenda yang menjadi fokus pembahasan pada pertemuan ini adalah sebagai berikut : i) MDBs’Joint Actions to Support Infrastructure Investment; ii) Strengthening Global Infrastructure Connectivity; iii) Exploring Diversified Financing Approaches and Fostering Private Financing For Infrastructure Investment; dan iv) SME Finance, Corporate Governance and Other Issues. Pertemuan IIWG ke-3 ini secara umum membahas finalisasi draft dokumen deliverables dari masing-masing pilar untuk dapat diajukan dalam pertemuan Deputi G20 di bulan Juni 2016.

Sesi pertama dipimpin oleh Jerman selaku co-chair membahas MDBs’ Joint Actions to Support Infrastructure Investment. Isu pembahasan terbagi menjadi dua poin yaitu : i) draft laporan perkembangan G20 MDB Balance Sheet Optimisation Action Plan; dan ii) draft MDBs’Joint Declaration of  Aspirations (JDA) on Actions to Support Infrastructure Investment. Para anggota IIWG menyetujui laporan mengenai the MDBs’Response to the G20 MDB Balance Sheet Optimization Action Plan. Laporan ini merupakan tindak lanjut usaha MDB untuk mengoptimalisasi neraca merekadengan target memobilisasi investasi sektor swasta melalui proyek infrastruktur yang dipimpin oleh MDB. Para anggota MDB menyetujui dan mendukung the second draft of the JDA. JDA memasukan ambisi kuantitatif MDBs untuk memobilisasi pembiayaan pada pembangunan infrastruktur yang berkualitas, sehingga peran MDBs dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, sustainable, dan seimbang melalui pembangunan infrastruktur dapat terus berlanjut.

Sesi kedua yang diketuai oleh Indonesia, membahas isu mengenai penguatan konektifitas. Deliverable utama dalam pilar ini adalah Global Infrastructure Connectivity Alliance Initiative atau the Alliance yang akan diluncurkan pada pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 pada bulan Juli mendatang. Melalui the Alliance diharapkan akan tercipta dukungan pertumbuhan melalui peningkatan arus barang, modal, orang, dan informasi atau virtual connectivity.

Keanggotaan the Alliance sendiri akan bersifat sukarela dan  non-binding serta terbuka untuk negara G20 maupun non G20, GIH, OECD, MDBs, dan organisasi internasional lainnya. World Bank Group (WBG) telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi sekretariat the Alliance. Nantinya the Alliance akan melakukan pertemuan regular yang back-to-back dengan pertemuan internasional yang telah ada dan memiliki aktivitas utama seperti mapping connectivity initiatives; developing outlook of global connectivity; addresing information and solution gaps; monitoring global connectivity performance; facilitating sharing of information on bankable project and best practice; dan membantu negara yang memiliki pilot regional connectivity.

Sesi ke-3 yang dipimpin oleh Meksiko membahas Exploring Diversified Financing Approaches and Fostering Private Financing for Infrasructure Investment. Tujuan utama sesi ini adalah untuk untuk mengeksplorasi berbagai alternatif instrumen pembiayaan yang terdapat pada pasar keuangan untuk dapat dijadikan sumber pembiayaan infrastruktur jangka panjang, termasuk untuk program greenfield dan brownfield. Output dari pilar ketiga ini adalah the Guidance Note on Diversification of Financial Instruments for Infrastructure and SMEs, yang menyediakan rekomendasi kebijakan untuk memobilisasi investasi swasta menuju sektor-sektor  yang disusun oleh OECD. WBG dalam sesi ini juga membahas peran penting project bond untuk pembiayaan infrastruktur, sementara IMF mempresentasikan Infrastructure Policy Support Initiative yang  isinya mempromosikan lembaga manajemen investasi publik yang kuat dan sustainable public finances.(Na/kas/dnw)