Banggar DPR RI Sepakati Angka-Angka Asumsi Makro RAPBN 2017

Jakarta, (13/9): Pemerintah bersama dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI kembali mengadakan rapat penyusunan RAPBN Tahun 2017 di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Gedung Nusantara II, Senayan. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Banggar Said Abdullah ini membahas angka-angka asumsi makro dalam RAPBN Tahun 2017 yang sebelumnya telah disetujui oleh Komisi XI DPR RI. Hadir mewakili pemerintah, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan selaku Koordinator Panja Pemerintah, Suahasil Nazara, didampingi oleh perwakilan dari Bank Indonesia (BI), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam rapat yang berlangsung selama dua jam tersebut, Banggar DPR menyepakati poin-poin asumsi makro RAPBN 2017 yaitu inflasi 4,0 persen, tingkat suku bunga SPN tiga bulan 5,3 persen, nilai tukar rupiah Rp13.300, tingkat pengangguran 5,6 persen, tingkat kemiskinan 10,5 persen, indeks gini rasio 0,39, dan Indeks Pembangunan Manusia 70,1.

Namun, Banggar menunda dan belum memberikan persetujuan terhadap angka asumsi pertumbuhan ekonomi RAPBN 2017 sebesar 5,1 persen yang diusulkan lebih rendah 0,2 persen dari yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus 2016 dalam nota keuangan, yaitu sebesar 5,3 persen.

Koordinator Panja Suahasil Nazara menyampaikan bahwa koreksi pertumbuhan 5,3 persen menjadi 5,1 persen sudah dikonsultasikan dalam internal Presiden. Menurutnya, perubahan asumsi pertumbuhan ekonomi 2017 tersebut melihat berbagai pembaruan kondisi terkini dan proyeksi pertumbuhan ekonomi kedepannya. (atw/pg)