BKF Peduli Garut

Garut, (29/9): Garut daerah sejuk yang terkenal dengan dodol dan dombanya ini beberapa waktu lalu dilanda musibah, disaat warga sedang bersiap untuk istirahat setelah seharian beraktifitas, banjir bandang datang dengan cepat menerjang setiap rumah di daerah aliran sungai Cimanuk, meluluhlantakkan rumah-rumah, menghanyutkan seluruh benda dan bahkan menghanyutkan warga yang tidak sempat menyelamatkan diri. 

Korban jiwa berjatuhan,  harta benda tidak terselamatkan disapu gelombang banjir bandang yang disertai lumpur. Menurut data BPBD, akibat banjir bandang ini sebanyak 23 orang meninggal dunia, belasan orang belum ditemukan, puluhan bangunan rumah hilang dan ratusan lainnya rusak ringan hingga berat. 

Untuk itu guna ikut meringankan beban korban bencana banjir Garut, ZIS Badan Kebijakan Fiskal (BKF) melaksanakan aksi kemanusiaan dengan meluncurkn program "BKF Peduli Garut" dengan cara mengumpulkan bantuan dari para pegawai berupa barang dan uang. Program pengumpulan donasi dilakukan selama kurang lebih satu pekan sejak Kamis, 22 September 2016 dengan target waktu penyaluran dilaksanakan pada hari Rabu, 28 September. 

Setelah sepekan melakukan pengumpulan donasi, pada hari Rabu (28/9), Tim ZIS BKF berangkat ke Garut guna melaksanakan penyaluran bantuan dari para pegawai BKF kepada para korban banjir bandang di wilayah Garut. Bantuan yang disalurkan kepada para korban sebanyak 13 jenis barang pangan dan sandang serta uang tunai. 

Tim berangkat dari Jakarta pukul 09.00 WIB dan tepat pukul 14.30 WIB tiba di lokasi pemukiman korban banjir dan bertemu langsung dengan Asep Saepuloh, Ketua RW 10 Desa Haur Panggung, Kec Tarogong Kidul, Garut yang akan membantu pendistribusian bantuan langsung kepada warga korban bencana. 

Menurut penuturan Asep, di RW 10 ini terdapat 171 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana banjir bandang atau sejumlah 680 jiwa yang tersebar di 5 RT, yaitu RT 01 sampai 05. Adapun jumlah kepala keluarga (KK) nya masing-masing RT sebagai berikut : RT 01 berjumlah 14 KK, RT 02 berjumlah 9 KK, RT 03 berjumlah 73 KK, RT 04 berjumlah 68 KK serta RT 05 berjumlah 57 KK. Kondisi paling parah menimpa RT 03 dan RT 04. Lanjut cerita dari Asep, banyak warganya salah sangka terhadap banjir kali ini. Biasanya kampung ini memang sering terlanda banjir, paling-paling selutut orang dewasa dan kedatangan air pun perlahan, sehingga warga selama ini punya keleluasaan waktu untuk memindahkan barang-barang berharga dan memastikan semua anggota keluarganya selamat. Namun diluar dugaan, banjir kali ini luar biasa. Hanya hitungan dua jam kurang air tiba-tiba datang, meninggi dan menggelombang dan menyapu secara cepat apa saja yang dilewati. Pintu, mebeler, kursi, meja, bahkan kulkas dan televisi terseret banjir yang amat cepat ini. 

Warga belum sempat berpikir panjang apalagi sempat memastikan kondisi keluarganya masing-masing. Ketika air datang, yang ada dalam benaknya adalah bagaimana ia secepatnya keluar dari genangan air berlumpur pekat yang dingin dan penuh sampah serta barang-barang yang terhanyut. Di lokasi bencana, tampak sejumlah warga masih banyak yang belum bekerja, masih dalam kondisi bingung, apalagi melihat lumpur dimana-mana. Sementara saat yang sama, ada begitu banyak orang datang, bertanya-tanya dan mendokumentasikan mereka dan para warga. 

Akhirnya penyerahan bantuan dilakukan secara simbolik dan diterima oleh Asep selaku Ketua RW untuk selanjutnya didistribusikan secara merata kepada para warga yang menjadi korban musibah ini. Tidak lupa beliau beserta warga korban musibah banjir bandang mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dari para pegawai Badan Kebijakan Fiskal. 

*Garut, 29 September 2016, _Tim ZIS BKF Peduli Garut_*