Investor Gathering: Reformasi Ekonomi Strategi Utama Indonesia Menghadapi Volatilitas Ekonomi Global

Jakarta, (24/11): Ekonomi dunia menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara, dirasa masih cukup challenging hingga beberapa tahun ke depan. Suahasil dalam presentasinya pada acara Investor Gathering 2016 yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, menyebutkan bahwa kondisi ekonomi negara-negara maju seperti Amerika, Tiongkok, Jepang dan Eropa menjadi salah satu faktor utama penyebab kondisi tersebut. Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara emerging market yang terdampak dari adanya situasi tersebut harus bijak dan tidak over reacting atas kondisi yang terjadi saat ini. Selain itu Indonesia harus memikirkan strategi agar Indonesia terlihat berbeda dan menarik dibandingkan dengan negara emerging market lainnya.

Lebih lanjut Suahasil menyampaikan srategi yang dapat diambil dalam menghadapi volatilitas ekonomi global yaitu dengan meneruskan reformasi ekonomi yang telah berjalan saat ini. Menurutnya terdapat tiga reformasi paling mendasar yang dapat dilakukan pemerintah, yaitu reformasi anggaran (fiskal), reformasi dalam sistem keuangan (moneter) dan reformasi di sektor riil. Untuk Kementerian Keuangan, reformasi yang dapat dilakukan adalah dari sisi fiskal, dimana saat ini pemerintah terus memperbaiki kualitas belanja APBN dengan memprioritaskan belanja yang lebih produktif seperti infrastruktur. Dari sisi penerimaan, target pajak akan terus ditingkatkan dengan melakukan reformasi perpajakan. Reformasi perpajakan misalnya reformasi di sistem administrasi perpajakan, tax amnesty, perbaikan PPh dan PPN.

Selain itu pemerintah juga terus berupaya mengelola pembiayaan dengan prinsip kehati-hatian. Di sisi moneter, Bank Indonesia akan terus berupaya membuat kebijakan yang akomodatif untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Perbaikan juga terus dilakukan pada sektor riil. Berbagai paket kebijakan yang dikeluarkan dipakai untuk melakukan reformasi stuktural dalam sektor riil. Misalnya perbaikan dwelling time yang semakin cepat dan perizinan yang semakin mudah. Hasilnya ranking ease of doing business Indonesia membaik cukup signifikan.

Terkait Outlook APBN 2017, Suahasil Nazara dalam presentasinya juga mengakui bahwa pemerintah lebih optimis pada kondisi perekonomian Indonesia untuk tahun 2017. Menurutnya pertumbuhan ekonomi tahun 2017 diprediksi 5,1%. IMF yang menjadi salah satu lembaga yang terbilang cukup konservatif, juga memprediksi angka pertumbuhan Indonesia di 5,1%. Hal ini membuat Suahasil merasa lebih optimis bahwa pertumbuhan tersebut akan lebih baik lagi. “Beberapa lembaga penelitian memprediksikan lebih dari 5,1% dan IMF yang biasanya paling konservatif memprediksikan angka sama dengan kita. Kita yakin biasanya akan lebih tinggi”, ujar Suahasil.

Inflasi akan berada di kisaran 4% dengan beberapa resiko atau tantangan. SPN 3 bulan ditargetkan berada pada angka 5,3% dan nilai tukar Rp.13.300. ICP atau harga minyak di kisaran USD 45/barrel. Defisit berada pada 2,41%. Pertumbuhan penerimaan pajak meningkat 13,5% dari realisasi APBN 2016. Walaupun APBN 2017 mengalami peningkatan yang moderat, namun ia berharap agar APBN tahun depan menjadi lebih kredibel. “Kita tumbuh biasa saja tetapi kami berharap APBN 2017 lebih kredibel”, lanjut Suahasil. Selain itu pengusaha yang ingin berinvestasi memiliki confidence untuk melakukan investasi.

Dalam penutupnya, Suahasil mengatakan pemerintah akan memastikan APBN 2017 dapat dilaksanakan sebaik mungkin dan ia berharap agar masyarakat dapat mendukung sepenuhnya pelaksanaan dari rencana yang telah disusun oleh pemerintah.

 

Investor gathering merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh DJPPR untuk mengupdate para investor dan stakeholder tentang kebijakan pembiayaan APBN Indonesia untuk tahun mendatang. (is/pg)

“Beberapa lembaga penelitian memprediksikan lebih dari 5,1% dan IMF yang biasanya paling konservatif memprediksikan angka sama dengan kita. Kita yakin biasanya akan lebih tinggi”, ujar Suahasil.

Inflasi akan berada di kisaran 4% dengan beberapa resiko atau tantangan. SPN 3 bulan ditargetkan berada pada angka 5,3% dan nilai tukar Rp.13.300. ICP atau harga minyak di kisaran USD 45/barrel. Defisit berada pada 2,41%. Pertumbuhan penerimaan pajak meningkat 13,5% dari realisasi APBN 2016. Walaupun APBN 2017 mengalami peningkatan yang moderat, namun ia berharap agar APBN tahun depan menjadi lebih kredibel. “Kita tumbuh biasa saja tetapi kami berharap APBN 2017 lebih kredibel”, lanjut Suahasil. Selain itu pengusaha yang ingin berinvestasi memiliki confidence untuk melakukan investasi.

Dalam penutupnya, Suahasil mengatakan pemerintah akan memastikan APBN 2017 dapat dilaksanakan sebaik mungkin dan ia berharap agar masyarakat dapat mendukung sepenuhnya pelaksanaan dari rencana yang telah disusun oleh pemerintah.

Investor gathering merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh DJPPR untuk mengupdate para investor dan stakeholder tentang kebijakan pembiayaan APBN Indonesia untuk tahun mendatang. (is/pg)