Menteri Keuangan Membuka International Tax Conference
Jakarta, (12/7): Bekerjasama dengan IMF, Badan Kebijakan Fiskal menggelar International Tax Conference di Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh para pelaku industri perbankan, swasta, para pembuat kebijakan, stakeholder IMF dan akademisi.
Dalam keynote speech-nya Menteri Keuangan menyampaikan bahwa sistem perpajakan yang baik adalah kunci dalam mengembangkan pembangunan sebuah negara. Oleh karena itu diperlukan adanya komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki sistem perpajakan yang ada di Indonesia saat ini. Jika penerimaan negara sustainable, maka negara dapat terus membiayai kebutuhan belanja baik belanja berupa pembangunan infrastruktur maupun belanja sosial untuk mengurangi kemiskinan, kesenjangan dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
Namun demikian, dalam meningkatkan penerimaan Negara, melalui penerimaan pajak dirasa cukup menantang saat ini. Menurut Menkeu, selain dihadapkan dengan isu domestik, pemerintah di hampir seluruh negara juga mengalami tantangan global dalam sistem perpajakan internasional, dimana banyak perusahaan multinasional saat ini berusaha untuk menghindari pajak yang seharusnya mereka bayar. Oleh karena itu lanjutnya, dibutuhkan kerjasama antar seluruh negara untuk menghadapi masalah ini bersama-sama. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan menjalankan rencana aksi Base Erosion Profit Shifting (BEPS) dan Automatic Exchange of Information (AEoI).
International Tax Conference merupakan forum bagi para pembuat kebijakan untuk berdiskusi mengenai isu-isu yang terkait dengan mobilisasi sumber daya domestik melalui sistem perpajakan BEPS action plan, AEOI dan insentif perpajakan. Acara ini juga menjadi bagian Voyage to Indonesia Program menjelang penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting yang akan digelar di Bali pada Oktober 2018. (IS/ATW)
