Rapat Kerja dengan DPR, Pemerintah Sampaikan Realisasi APBN Semester I dan Outlook APBN Tahun 2020

Jakarta (09/07) Pandemi covid-19 berkembang dari masalah kesehatan menjadi masalah sosial, ekonomi, dan keuangan di seluruh dunia, sehingga membuat arah perekonomian dunia berubah drastis hingga mengarah pada kondisi resesi dengan ketidakpastian yang tinggi. Perlambatan ekonomi dan kebutuhan penanganan dampak Covid-19 mendorong Pemerintah muntuk membuat langkah-langkah yang cepat dan luar biasa. Hal ini membawa konsekuensi perubahan struktur APBN yang signifikan.

Asumsi Dasar Ekonomi Makro juga mengalami penyesuaian sejalan dengan eskalasi pandemi Covid-19 seperti halnya pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan melambat sebesar -0,4 – 1,0 (% yoy) dampak dari ketidakpastian yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19.

Dalam rangka penguatan dan penanganan dampak Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, terjadi perubahan postur APBN yang telah ditetapkan dalam Perpres 72/2020. Perluasan dan perpanjangan insentif perpajakan merubah anggaran pendapatan negara yang semula diproyeksikan Rp2.233,2 T menjadi Rp1.699,9 T dan sudah terealisasi pada semester I sebesar Rp811,2 T. Di sisi belanja negara, tambahan belanja untuk subsidi UMKM, bantuan sosial, dan belanja penanganan Covid lainnya merubah anggaran belanja negara yang semula Rp2.540,4 T menjadi Rp2.739,2 T dengan realisasi Rp1.068,9 T. Dengan adanya perubahan anggaran pendapatan dan belanja negara, defisit APBN mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari semula diproyeksikan 1,76 % dari PDB menjadi 6,34 % dari PDB.

Implementasi stimulus fiskal melalui insentif perpajakan, program bantuan sosial, dukungan kepada UMKM dan dunia usaha, pembiayaan korporasi, serta dukungan kepada Pemda akan terus dilakukan secara efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi positif pada semester II dan tetap tumbuh positif pada tahun 2020.

“Pandemi Covid-19 betul-betul mengubah sangat drastis seluruh tatanan masyarakat dan juga ekonomi kita dan untuk tahun 2020 APBN mengalami tekanan yang luar biasa dalam rangka untuk melindungi masyarakat dan bangsa dari pandemic covid tersebut termasuk di bidang perekonomian,” Ujar Menkeu dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Kamis (9/7).

“kita akan terus mencoba mengelola APBN 2020 di tengah gejolak yang luar biasa ini agar dapat memberikan kepastian bagi masyarakat, namun juga tetap menjaga kepercayaan dan convidence dari seluruh investor dan stakeholder kita,” Tegas Menkeu. (dnw)