Peran Perpajakan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional
Jakarta (24/07) – Dampak dari pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia membuat penerimaan perpajakan Indonesia mengalami tekanan. Walaupun penerimaan perpajakan menunjukkan perbaikan pada Juni 2020, namun jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2019, penerimaan pajak mengalami kontraksi 12%. Untuk membahas mengenai penerimaan perpajakan di 2020 dan strategi Pemerintah untuk mendorong penerimaan perpajakan di semester II 2020, maka Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menyelenggarakan webinar dengan judul “Strategi Perpajakan di Masa Pemulihan” yang menghadirkan pembicara dari BKF, Direktorat Jenderal Perpajakan, dan Universitas Indonesia dan disiarkan melalui kanal Youtube BKFKemenkeu.
Dalam sambutannya, Kepala BKF menyampaikan mengenai situasi terkini pandemi Covid 19 dan bagaimana dampak ekonomi yang terjadi di Indonesia dan dunia, termasuk prediksi dari berbagai lembaga keuangan Internasional seperti IMF dan Bank Dunia. “Di Bulan April dan Mei terjadi tekanan yang sangat dalam, tapi di bulan Juni terjadi recovery yang signifikan, sehingga akumulasinya kita lihat minus 12%. Ini yang kita lihat sebagai tanda-tanda pembalikan, dan momentum ini yang sedang diusahakan oleh Pemerintah,” kata Febrio.
Di sesi pertama, Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Pande Putu Oka Kusumawardani menyampaikan tentang Tantangan dan Strategi Kebijakan Perpajakan 2020-2021. Dalam sesi ini, disampaikan mengenai bagaimana Pemerintah Indonesia merespons dampak Pandemi Covid terhadap ekonomi dengan kebijakan yang dikeluarkan, yaitu dengan melakukan realokasi dan refocusing anggaran, yang disusul dengan pemberian stimulus fiskal. Ada tiga hal yang menjadi fokus dari stimulus fiksal ini yaitu kesehatan, social safety net, dan dukungan bagi dunia usaha termasuk UMKM. Pande juga menyampaikan apa tantangan penerimaan perpajakan di paruh kedua 2020 serta strategi Pemerintah kedepannya.
Dalam sesi selanjutnya, Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak, DItjen Pajak, Ihsan Priyawibawa menyampaikan tentang penerimaan perpajakan di semester I 2020, yang mengalami kontraksi sebesar 12% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun mayoritas seluruh sector mengalami kontraksi sedemikian dalam, namun sektor transportasi dan pergudangan justru mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,83%. Ihsan juga menyampaikan strategi penerimaan pajak di 2021 mendatang.
Di sesi terakhir, Haula Rosdiana, Guru Besar Perpajakan UI menjelaskan mengenai konsep perpajakan dan bagaimana perpajakan dan konsep dari insentif perpajakan, terutama di saat krisis seperti sekarang. (aew)
