Komitment G20 dalam Mendorong Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan dan Barang Publik Global
Jakarta, 18 februari 2022 – Presidensi G20 Indonesia mengadakan seminar dengan tema “Infrastruktur Pascapandemi dan Barang Publik Global (Global Public Goods) pada G20” sebagai salah satu dari rangkaian acara sampingan Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting). Pandemi membuat negara-negara dihadapkan pada dilema antara menata pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas makroekonomi dari peningkatan tekanan inflasi.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menekankan infrastruktur sebagai katalis pertumbuhan. “Infrastruktur memfasilitasi kegiatan ekonomi dalam skala besar, meningkatkan produksi dan konsumsi, serta kapasitas produksi yang dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih besar. Selain itu, penyediaan infrastruktur yang memadai terkait dengan sektor informasi dan teknologi adalah hal penting bagi suatu negara untuk tetap kompetitif,” jelas Febrio.
Infrastruktur menjadi faktor utama untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif. Selain itu, penyediaan infrastruktur yang memadai terkait dengan sektor informasi dan teknologi menjadi krusial bagi Indonesia untuk menyambut transformasi digital nasional. InfraTech untuk memperkuat konektivitas digital merupakan bagian penting untuk mengaktifkan infrastruktur yang lebih efisien secara biaya dan lebih berkualitas.
Pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan infrastukrut, tetapi juga mendorong pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan dan menghasilkan efisiensi ekonomi. Pembangunan infrastruktur berkualitas diharapkan dapat memenuhi target pembangunan dengan mempertimbangkan faktor lingkungan, ketahanan, inklusi, dan tata kelola yang baik. Pembangunan infrastruktur yang layak dan berkualitas membutuhkan pendanaan yang besar yang tidak dapat semata-mata dilakukan melalui APBN. Untuk itu, Febrio menekankan pentingnya keterlibatan Bank Pembangunan Multilateral serta sektor swasta secara kolektif dalam pembiayaan infrastruktur.
G20 memiliki komitmen kuat untuk mendorong peningkatan infrastruktur berkelanjutan melalui 4 agenda prioritas terkait infrastruktur berkelanjutan, yaitu: (i) mengembangkan kerangka kerja untuk memanfaatkan partisipasi sektor swasta dalam meningkatkan investasi infrastruktur berkelanjutan; (ii) mengembangkan policy toolkit untuk memobilisasi mekanisme pembiayaan infrastruktur yang inovatif, termasuk memeriksa penggunaan obligasi lokal dan meningkatkan inklusi gender dan sosial melalui investasi infrastruktur; (iii) mengeksplorasi berbagai pilihan untuk mencapai infrastruktur digital yang hemat biaya dan berkualitas lebih baik; dan (iv) memajukan alat InfraTracker 2.0 untuk memberikan wawasan mengenai strategi infrastruktur dan rencana jangka panjang.
Di antara pemaparan yang disampaikan, Additional Secretary Ministry of External Affairs India Abhay Thakur mengamini pendekatan yang coba didorong oleh Indonesia, yaitu pendekatan secara holistik. Di India sendiri, pendekatan tersebut telah diberlakukan untuk membangun 84.000 km jalan yang memberikan konektivitas wilayah terpencil. Lebih lanjut, Raja Al Marzoqi, Chief Economist Advisor untuk Ministry of Economy and Planning Arab Saudi menyoroti pentingnya keberadaan asuransi dalam pembangunan infrastruktur yang mencakup penjaminan pandemi di masa depan.
Pembicara terakhir, yaitu Ridha Wirakusumah yang merupakan Ketua Dewan Direktur Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority menekankan pentingnya penyaluran dana yang lebih besar kepada negara berpendapatan menengah dan rendah untuk pembangunan infrastruktur. Menurutnya, hingga saat ini 60% pendanaan pembangunan infrastruktur masih didominasi oleh negara berpendapatan tinggi, ketika seharusnya pembiayaan pembangunan lebih banyak dibutuhkan oleh negara berpendapatan menengah dan rendah.
Selain ketiga pembicara tersebut, seminar ini juga dihadiri oleh, Presiden Fondazione Compagnia dan Gugus Tugas Infrastruktur T20 Italia Francesco Profuno, Ekonom Senior OECD dan Gugus Tugas 8 Infrastruktur dan Pembiayaan Tangguh T20 Indonesia Raffaele De La Croce, dan pemimpin proyek Multilateral Development Bank untuk Global Public Goods Sebastian Wiengers. Seminar ini kemudian diakhiri dengan penutupan oleh Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi, Kementerian Keuangan Indonesia, Sudarto. (ab)