DJSEF Kemenkeu Kembangkan GrowLab Inklusif untuk Perluas Literasi Ekonomi bagi Teman Tuli
Jakarta, (22/9/2026) —Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Kementerian Keuangan, terus mengembangkan inovasi pembelajaran ekonomi melalui GrowLab (Growth Laboratory). Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembelajaran ekonomi yang interaktif dan aplikatif, termasuk melalui GrowLab Inklusif yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan teman tuli. DJSEF telah melaksanakan Pilot Project GrowLab Inklusif pada Selasa, 22 September 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut melibatkan peserta tuli sebagai bagian dari tahap pengujian dan evaluasi penerapan GrowLab yang lebih inklusif.
GrowLab merupakan media pembelajaran ekonomi berbasis interaksi dan simulasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Melalui media tersebut, peserta diajak memahami konsep ekonomi serta melihat keterkaitan antara berbagai kondisi dan kebijakan ekonomi dengan sektor-sektor dalam perekonomian. Dalam pengembangan GrowLab Inklusif, DJSEF melakukan sejumlah penyesuaian tanpa mengubah substansi dan tujuan pembelajaran. Penyesuaian dilakukan pada materi dan bahan ajar dengan mengutamakan ilustrasi dan elemen visual, mengurangi kepadatan teks, serta menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Untuk mengetahui efektivitas penerapan GrowLab Inklusif, DSPPE melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test, serta survei terhadap pelaksanaan kegiatan. Evaluasi tersebut mencakup materi dan bahan ajar, tools simulasi, metode pembelajaran, mentor, serta fasilitas dan sarana prasarana. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test pada seluruh peserta. Selain itu, survei pelaksanaan menunjukkan tanggapan yang baik terhadap pilot project. Peserta juga memberikan sejumlah masukan dan saran konstruktif yang dapat digunakan untuk menyempurnakan materi, tools simulasi, metode pembelajaran, mentor, maupun fasilitas pendukung.
Pemahaman peserta turut terlihat dalam kegiatan presentasi kelompok. Peserta mampu menyampaikan hasil diskusi dan menunjukkan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Hal tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pendekatan pembelajaran yang diterapkan dapat mendukung peserta dalam memahami materi ekonomi melalui pengalaman belajar yang interaktif.
Hasil evaluasi dan pengalaman peserta selanjutnya menjadi bahan dalam pengembangan GrowLab Inklusif dengan cakupan yang lebih luas yang direncanakan pada 2027. Dalam tahap tersebut, peserta tuli yang mengikuti pilot project juga direncanakan untuk dilibatkan sebagai calon mentor tuli. Dengan demikian, pengalaman peserta tidak hanya menjadi sumber masukan, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pembelajaran ekonomi yang lebih inklusif.
Melalui pengembangan GrowLab Inklusif, DJSEF berupaya menghadirkan pembelajaran ekonomi yang tidak hanya interaktif dan aplikatif, tetapi juga semakin mudah diakses oleh masyarakat dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mendukung perluasan literasi ekonomi sekaligus memperkuat komitmen Kementerian Keuangan dalam menghadirkan komunikasi dan pembelajaran publik yang inklusif. (mbp/aa)





