DJSEF Perkuat Sinergi Kemenkeu di Daerah melalui Kelas Skenario Fiskal APBN

DJSEF Perkuat Sinergi Kemenkeu di Daerah melalui Kelas Skenario Fiskal APBN

Jakarta, (29/10/2026) – Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan melalui Direktorat Strategi APBN menyelenggarakan kegiatan Skenario Fiskal APBN Special Class bertajuk “Skenario Jadi Peta, Kesejahteraan Jadi Niscaya” di Gedung R.M. Notohamiprodjo, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman para pimpinan unit vertikal Kementerian Keuangan di daerah mengenai arah kebijakan fiskal, asumsi dasar ekonomi makro, serta proses penyusunan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DJSEF dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antarunit Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Melalui pemahaman yang terintegrasi, para pimpinan unit vertikal diharapkan dapat berperan sebagai satu kesatuan tim dalam mengawal perekonomian daerah sekaligus mendukung implementasi kebijakan fiskal nasional.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai arsitektur RAPBN 2027 yang mengusung tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”, perkembangan kondisi makroekonomi, serta prioritas pembangunan nasional. Pembahasan juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebijakan fiskal yang ekspansif, terarah, dan terukur dengan kesinambungan fiskal, termasuk memahami bagaimana perubahan asumsi dasar ekonomi makro dapat memengaruhi pendapatan, belanja, dan pembiayaan negara.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dirancang secara interaktif melalui simulasi penyusunan skenario fiskal. Peserta dibagi ke dalam kelompok kerja untuk merumuskan respons kebijakan terhadap berbagai potensi perubahan kondisi ekonomi, seperti pelemahan nilai tukar maupun gangguan akibat bencana. Melalui simulasi tersebut, peserta dilatih menyusun langkah antisipatif yang mencakup optimalisasi penerimaan negara, percepatan belanja, serta pemberian insentif atau relaksasi kebijakan secara terkoordinasi. Pendekatan ini mengedepankan filosofi “Fiskalista Sepak Bola”, yang menggambarkan seluruh unit Kementerian Keuangan sebagai satu tim dengan peran yang saling melengkapi.

Melalui kegiatan Skenario Fiskal APBN, DJSEF terus mendorong penguatan kapasitas dan kolaborasi antarunit dalam mendukung pengelolaan APBN yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran pimpinan unit vertikal sebagai agen komunikasi kebijakan fiskal di daerah, sekaligus mendukung terwujudnya Kemenkeu Satu yang Terkolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (dr/cs)