DJSEF dan BaTii Dorong Budaya Kerja yang Aman dan Nyaman

DJSEF dan BaTii Dorong Budaya Kerja yang Aman dan Nyaman

Jakarta, 29 Oktober 2026 – Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) berkolaborasi dengan Badan Teknologi, Informasi dan Intelejen Keuangan (BaTii) menyelenggarakan kegiatan “Bersama Menjaga Lingkungan Kerja yang Aman dan Nyaman” bertempat di Ruang Kamajaya, Lantai 8, DJSEF. Kegiatan yang diikuti peserta secara luring dan daring ini menjadi sarana edukasi dan penguatan kesadaran pegawai mengenai pentingnya membangun lingkungan kerja yang saling menghormati, inklusif, serta bebas dari pelecehan, perundungan, dan diskriminasi.

Dalam sambutannya, Sekretaris DJSEF, Mira Puspita Dewi, menegaskan “Lingkungan kerja yang aman dan nyaman dibangun melalui komitmen organisasi, keteladanan pimpinan, kepedulian rekan kerja, serta kesadaran setiap individu. Semuanya bisa dimulai dari hal-hal sederhana, dari diri kita sendiri, kemudian ditularkan kepada orang-orang di sekitar kita.” ujarnya.

Kriminolog Perempuan dan Anak, Haniva Hasna menyoroti pentingnya peran saksi dan rekan kerja dalam mencegah serta merespons pelecehan seksual. Ia mengingatkan bahwa pelecehan seksual bukan hanya persoalan korban, melainkan juga menjadi tanggung jawab orang-orang di sekitarnya yang mengetahui atau menyaksikan kejadian tersebut. Pelecehan seksual juga dapat dialami siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki, sehingga setiap pegawai berhak mendapatkan perlindungan dan dukungan yang setara.

Haniva turut memperkenalkan pendekatan Psychological First Aid (PFA) sebagai langkah awal memberikan dukungan psikologis di tempat kerja melalui prinsip Look, Listen, Link, dan Protect. Prinsip tersebut mencakup mengamati situasi dan memastikan keselamatan korban, mendengarkan tanpa menghakimi, menghubungkan korban dengan tenaga profesional atau pihak berwenang, serta menjaga keselamatan, kerahasiaan, dan privasinya. “Ketika seseorang mengalami pelecehan, respons orang-orang di sekitarnya sangat penting. Kita perlu hadir untuk mendengarkan, memberikan rasa aman, dan membantu menghubungkan korban dengan dukungan yang tepat,” jelasnya.

Sementara itu, Siti Vibriyani dari Kasubbag Pembangunan Budaya, Biro SDM, Sekretariat Jenderal memaparkan komitmen Kementerian Keuangan dalam membangun lingkungan kerja yang aman, berintegritas, dan bebas dari pelecehan seksual. “Kementerian Keuangan terus berupaya menjadi rumah yang aman dan bersih dari pelecehan. Ini merupakan proses berkelanjutan yang hasilnya tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Rasa aman akan tumbuh ketika setiap pegawai mengetahui bahwa bantuan tersedia dan mudah dijangkau,” ungkap Siti.

Melalui kegiatan ini, DJSEF bersama BaTii menegaskan pentingnya kolaborasi dan kepedulian seluruh pegawai dalam menumbuhkan budaya kerja yang menjunjung integritas, saling menghormati, dan memberikan rasa aman bagi setiap individu. Lingkungan kerja yang aman dan nyaman bukan hanya dibentuk melalui kebijakan, tetapi juga melalui sikap dan tindakan nyata setiap individu dalam keseharian. (mdf/mbp)