ADB Kurangi Pinjaman Program
Jakarta-Bank Pembangunan Asia (ADB) akan semakin mengurangi komitmen pinjaman program mereka untuk Indonesia, karena kesulitan finansial yang sedang dihadapi lembaga internasional berbasis di Manila, Filipina.Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan, pada tahun 2009 nanti kemungkinan komitmen pembiayaan yang disanggupi ADB hanya akan US$ 500 juta, padahal tahun ini besarnya US$ 750 juta dan sekitar US$ satu juta pada tahun sebelumnya.
"Angka penarikan pinjaman program dari ADB terus menurun dibanding tahun sebelumnya. Ini karena ada dorongan penurunan shortage capital yang bersangkutan," ujar Deputi Kemenneg PPN/ Bappenas bidang Pendanaan Pembangunan Lukita Dinarsyah Tuwo akhir pekan ini.
Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral Bappenas Dewo Broto Joko Putranto menjelaskan, penurunan penarikan angka pinjaman program ADB tersebut berdampak pada semakin mengecilnya angka pinjaman program pada RAPBN 2009 yang mencapai US$ 2,3 miliar, padahal dalam APBN Perubahan 2008, angka pinjaman serupa tercatat mencapai US$ 2,9 miliar. Dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2009, pemerintah memproyeksikan penarikan pinjaman program sebesar US$ 2,3 miliar atau sekitar Rp 21 triliun, padahal dalam APBN Perubahan 2008 penarikan pinjaman program mencapai sebesar US$ 2,9 miliar atau Rp 26,4 triliun.
Sumber penarikan pinjaman direncanakan berasal dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), Japan Bank for International Cooperation (JBIC), dan Agence Francaise de Development (AFD).
Dewo menjelaskan, angka pinjaman dari Bank Dunia diproyeksikan mencapai US$ 1,1 miliar dan ADB US$ 500 juta. "Untuk tahun 2009 dari JBIC dan AFD kemungkinan sama, sedang Bank Dunia US$ 1,1 miliar dan ADB US$ 500 juta," tambahnya.
Sinar Harapan