Pertemuan Tingkat Sherpa G20 di Paris, Perancis

Jakarta (29/04): IMF menyampaikan bahwa pemulihan ekonomi global semakin kuat dan tidak lagi tergantung kepada stimulus fiskal pemerintah. Namun masih terdapat beberapa risiko ekonomi global seperti dampak krisis di Timur Tengah dan bencana tsunami Jepang, risiko hard landing dari global imbalances, meningkatnya risiko utang pemerintah khususnya di Amerika Serikat, serta volatilitas harga pangan, energi dan arus modal. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, IMF juga menyarankan agar G20 fokus mengimplementasikan inisiatif Framework yang diharapkan dapat membantu memperkuat fundamental ekonomi global. Laporan mengenai situasi ekonomi global terkini tersebut disampaikan oleh IMF kepada G20 pada pertemuan tingkat Shrepa G20 di Paris, Perancis pada 28-29 April 2011.

Selain membahas situasi ekonomi terkini, agenda pertemuan tersebut adalah mengenai perkembangan implementasi KTT Seoul, serta persiapan menuju KTT Cannes tanggal 3-4 November 2011. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menjadi lead discussant pada sesi International Monetary System Reform dan Anti Corruption.

Pada kesempatan yang sama, Perancis juga melaporkan hasil pertemuan para Menteri Keuangan di Washington DC awal April 2011, khususnya mengenai tercapainya tercapainya kesepakatan terkait indicative guidelines dalam rangka mengidentifikasi negara sistemik yang memiliki potensi risiko yang besar bagi ekonomi global. Dari hasil kesepakatan tersebut, teridentifikasi 7 negara G20 yang memiliki risiko ekonomi sistemik, yaitu AS, China, India, Jepang, Jerman, Perancis dan Inggris. Terkait isu tersebut, Indonesia menyampaikan bahwa proses selanjutnya harus tetap mengedepankan dialog dengan mempertimbangkan analisa kualitatif untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh terhadap akar penyebab indikator. Indonesia juga menekankan agar G20 harus memberi fokus yang seimbang tidak hanya pada isu rebalancing tapi juga bagaimana mendorong dan memperkuat proses pertumbuhan ekonomi global.

Sehari sebelum pertemuan tingkat Sherpa, Indonesia juga diminta memimpin sesi pertama pada Conference on Joining Forces against Corruption: G20 Business and Government. Konferensi tersebut untuk pertama kalinya mempertemukan eksekutif dari perusahaan swasta terkemuka dengan pemerintah anggota G20. Indonesia memimpin pembahasan mengenai inisiatif dan best practices pemberantasan korupsi yang terdapat pada tingkat global dan regional yang dapat dilakukan bersama oleh pemerintah dan swasta. Konferensi ini diselenggarakan untuk meningkatkan public-private partnership dalam upaya melawan korupsi. Konferensi juga mendorong inisiatif sektoral seperti mekanisme transparansi Extractive Industry Transparency Initiative untuk dikembangkan lebih lanjut di berbagai sektor lainnya.

Dalam forum Sherpa, Indonesia juga dipercaya untuk mengkoordinir pertemuan Emerging Markets selama tahun 2011 hingga pelaksanaan KTT G20 di Cannes. Untuk itu, Indonesia telah menjadi tuan rumah dan mengkoordinir Pertemuan Sherpa EMEs pada tanggal 28 April 2011 yang dihadiri oleh para Sherpa dari Argentina, Afrika Selatan, Brazil, China, Meksiko, India dan Rusia.