Workshop ISEI dan BKF: Skema Pembiayaan Pengembangan Infrastruktur dan Energi

Workshop_Isei Jakarta: Pada Kamis, 30 Juni 2011, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan menyelenggarakan workshop dengan tema Mencari Skema Pembiayaan Jangka Panjang Pengembangan Infrastruktur dan Energi. Workshop ini berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta dan dihadiri oleh sekitar 80 peserta. Workshop dibuka oleh Dirjen Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan, Bapak Pos M. Hutabarat. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur dan energi setiap tahun meningkat, namun demikian pembiayaan pembangunan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah. Untuk itu perlu dicari skema pembiayaan jangka panjang untuk pengembangan infrastruktur dan energi tersebut.

Dalam membacakan keynote speech Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kepala Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal, Bapak Freddy R. Saragih menyampaikan pentingnya pembangunan infrastruktur bagi Indonesia. Saat ini sekitar 2% dari PDB diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur. Ke depan pembangunan infrastruktur dan energy memerlukan terobosan-terobosan, termasuk dalam hal pembiayaannya. Melalui Public Private PartnershipKerjasama Pemerintah Swasta (PPP/KPS) diharapkan hal ini semakin baik.

Beberapa komitmen pemerintah untuk mendukung PPP/KPS antara lain 1) land fund (dana talang) untuk menjamin ketersediaan tanah. 2) Guarantee fund (dana penjaminan) yang diwujudkan dengan di bentuknya PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia, yang berperan sebagai single window policy dan implementasi untuk setap proyek PPP/KPS di Indonesia. 3) Dana pembiayaan infrastruktur, dengan dibentuknya PT. Sarana Multi Infrastrktur dan PT. Indonesia Infrastructure Finance. Selain itu Kemenkeu juga menyediakan penyediaan fasilitas pendukung dana bergulir untuk eksplorasi panas bumi.

Selanjutnya Bapak Freddy R. Saragih menambahkan bahwa saat ini dibutuhkan instrumen untuk menarik dana yang mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur dan energi. Instrumen utang ada, namun demikian tidak optimal. Untuk itu dibutuhkan dukungan dari pihak-pihak, antara lain akademisi. Dengan adanya workshop diharapkan dapat menjadi momentum untuk pengembangan mencari skema pembiayaan jangka panjang pengembangan infrastruktur dan energi di Indonesia.

Workshop

Workshop berlangsung dalam 2 panel dan memaparkan hasil studi pengembangan yang dilakukan oleh ISEI cabang daerah. Panel I membahas tentang pembangunan infrastruktur dan pembiayaan yang disampaikan oleh ISEI daerah Semarang, Jakarta dan Surabaya. Bertindak sebagai Moderator adalah Ibu Insyafiah, Kepala Bidang Analisis Risiko BUMN.

Sedangkan panel II membahas tentang pembangunan sektor energi dan pembiayaan yang disampaikan oleh ISEI daerah Pekanbaru, Bandung dan Mataram. Bertindak sebagai moderator adalah Bapak Brahmantio Isdijoso, Kepala Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal. (ba)

File Terkait:

Baca   Download

Baca   Download

Baca   Download

Baca   Download

Baca   Download

Baca   Download

Baca   Download