Inflasi Tahun 2011 Terkendali
Jakarta (28/09): Menanggapi kondisi keuangan global yang masih bergejolak, Kepala BKF, Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa inflasi yang terjadi di Indonesia masih terkendali. Angka inflasi di bulan Agustus 2011 sebesar 4,79% yoy, didominasi oleh kenaikan harga emas. Pergerakan laju inflasi tahun 2010- 2011 dipengaruhi oleh gejolak harga bahan makanan seperti beras, minyak goreng dan bumbu-bumbuan.
Pada kesempatan yang sama, Bambang juga mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian AS dan Eropa beresiko memperlambat laju pertumbuhan ekonomi dunia termasuk Indonesia. Pertumbuhan ekonomi AS dan Eropa yang belum pulih akibat tekanan krisis utang menyebabkan perkiraan pertumbuhan ekonomi direvisi dari 4,3% menjadi 4,0% (2011) dan perkiraan 4,5% menjadi 4,0% pada tahun 2012. Perlambatan terjaditerutama di negara-negara maju, sedangkan negara emerging economy, termasuk Indonesia dan anggota ASEAN masih tumbuh di atas 5% sesuai perkiraan.
Pemerintah telah mengambil langkah kebijakan untuk mengantisipasi timbulnya krisis akibat terpengaruh lambatnya pemulihan kondisi keuangan di AS dan Eropa melalui Crisis Management Protocol (CMP). Pemantauan pasar SBN dilakukan secara intensif termasuk upaya persuasive untuk melakukan buyback (pembelian kembali). Kementerian Keuangan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk stabilisasi pasar SBN. Koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian BUMN dan BUMN terkait dalam upaya persiapan pelaksanaan Bond Stabilization Framework (BSF). Pemerintah juga menghimbau para pelaku pasar agar menahan diri untuk tidak melakukan aksi penjualan yang eksesif dan spekulatif. (dw)