Konferensi Pers “KEBIJAKAN FISKAL 2012�
![]()
Jakarta (31/10) : Kementerian Keuangan menggelar konferensi pers bertempat di Aula Serba guna Mezzanine, gedung djuanda I. Konferensi pers kali ini bertemakan Kebijakan Fiskal 2012 di pimpin oleh Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati dan didampingi oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal dan beberapa Pejabat Eselon I lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan.
Dalam kesempatan tersebut, dipresentasikan outlook perekonomian Indonesia tahun 2012 dan Penjelasan mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2012. Asumsi makro tahun 2012 diantaranya pertumbuhan ekonomi diperkirakan dapat mencapai 6,7 %, inflasi diasumsikan sebesar 5,3 %, untuk nilai tukar sebesar Rp 8.800/US$, Suku bunga SPN 3 Bulan sebesar 6 %, harga minyak sebesar US$90/barel, sedangkan Lifting Minyak sebesar 950 ribu barel/hari.
APBN 2012 bukan APBN biasa seperti ditegaskan oleh Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, mengingat bahwa perekonomian global masih terjadi ketidakpastian. Perekonomian dunia diperkirakan masih dibayangi perlambatan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju. Namun demikian perekonomian negara-negara berkembang di ASEAN masih diperkirakan tumbuh diatas 5 % seperti Indonesia, Vietnam, Thailand, Malaysia dan Filipina.
Kementerian Keuangan dalam menghadapi kondisi perekonomian global telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi krisis melalui penyusunan Crisis Management protocol (CMP), tersedianya Bond Stabilization Framework (BSF), Alokasi dana mitigasi krisis APBN 2012, Otoritas kepada pemerintah untuk menangani krisis (pasal mitigasi krisis UU APBN 2012 pasal 40,41 dan 43), dan menjaga cadangan devisa serta melakukan kerja sama internasional penanggulangan krisis. (aam)