Press Release Kementerian Keuangan Hasil KTT G-20

Press Release  Kementerian Keuangan Hasil KTT G-20  

Los Cabos, Meksiko 18-19 Juni 2012

  • Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Los Cabos dilaksanakan di Los Cabos, Meksiko tanggal 18-19 Juni 2012. KTT tersebut diikuti oleh para pemimpin pemerintahan dari 20 negara anggota G-20 dan lima negara undangan (Spanyol, Cambodia, Colombia, Chile, dan Benin). Beberapa pemimpin organisasi internasional antara lain Direktur Pelaksana IMF, Presiden Bank Dunia, Ketua FSB, Sekretaris Jenderal PBB dan Sekretaris Jenderal OECD juga hadir dalam KTT tersebut.
  • Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang terdiri atas beberapa menteri cabinet, pejabat tinggi pemerintah, anggota DPR/DPD, pengusaha nasional, dan akademisi. Delegasi Indonesia telah berpartsipasi aktif dalam beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian KTT, antara lain Business 20 Summit, High-Level Financial Inclusion Event, dan Seminar Rethinking G20 in the Future.
  • G20 menyambut positif hasil dari Pemilu ulang Yunani tanggal 17 Juni 2012 yang memberikan kemenangan kepada pihak yang menyokong pelaksanaan austerity measures telah memberikan harapan untuk percepatan penyelesaian krisis utang pemerintah di Eurozone. Para Pemimpin G-20 mengharapkan negara anggota G20 yang juga anggota Eurozone untuk membangun kerja sama yang lebih erat dengan Yunani dalam menjaga komitmen pelaksanaan program-program konsolidasi fiskal yang sudah disepakati selama ini. Hal ini penting untuk membantu pemulihan krisis di Yunani dan Eurozone serta mengurangi dampak negatif bagi keseluruhan perekonomian global.
  • Namun demikian, para pemimpin G-20 juga menyatakan kekhawatiran dengan kondisi di Eurozone masih menghadapi tantangan berat dan untuk itu para pemimpin G20 mendesak untuk segera ada tindakan kongkrit dari seluruh negara anggota agar memenuhi komitmen pemulihan ekonomi yang telah disepakati sebelumnya. Kesepakatan di G20 tersebut mencakup percepatan konsolidasi fiskal di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jepang, kebijakan moneter yang hati-hati, serta komitmen untuk mendukung reformasi keuangan global.
  • G20 juga menetapkan Los Cabos Growth and Jobs Action Plan yang memasukkan komitmen dari negara anggota untuk melakukan implementasi kebijakan spesifik dan nyata baik untul mendukung pemulihan krisis di Eurozsone maupun untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi global ke depan dalam janka menengah panjang. Para pemimpin G20 sepakat untuk terus bekerja sama dalam mendukung penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan meningkatkan kapasitas sumber daya manuusia di negara anggota dalam rangka mendukung upaya menaikkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketidakseimbangan global.
  • Dalam KTT tersebut, Indonesia telah mengusulkan agar G20 memberikan perhatian lebih serius kepada tantangan pembiayaan infrastruktur, tidak saja untuk mendukung program pembangunan global sebagaimana tertuang dalam Millennium Development Goals, namun juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketidakseimbangan global. Usulan ini disepakati oleh para pemimpin G20 dan dimasukkan dalam deklarasi para pemimpin G20 untuk tindak lanjut ke depan.
  • Negara-negara G20 menyatakan komitmen untuk mendukung ketersediaan sumber keuangan yang cukup bagi IMF dalam menjalankan fungsi surveillance globalnya. Untuk keperluan tersebut, para pemimpin G20 mendukung penuh kesepakatan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentralnya untuk penambahan sumber dana bagi operasional IMF sebesar 430 milyar dolar Amerika Serikat yang diperoleh melalui mekanisme bilateral arrangement antara negara donor dan IMF. Negara G20 juga sepakat untul menyelesaikan seluruh komitmen 14th IMF Quota reform paling lambat saat pelaksanaan Annual Meeting IMF-WB 2012 pada bulan Oktober 2012 di Tokyo.
  • G20 juga menyepakati bahwa keluangan inklusif (financial inclusion) sangat penting dalam membangunan ketahanan pertumbuhan ekonomi dan menjaga perekonomian global dari hantaman krisis. Dalam kaitan ini, para pemimpin G20 telah menyambut baik komitmen dari negara anggota dan negara non-anggota G20 untuk melaksanakan peer learning program dalam kerangka inisiatif keuangan inklusif, dan meminta Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI), Bank Dunia dan lembaga keuangan internasional lainnya untuk melakukan upaya untuk membantu negara anggota melaksanakan program keuangan inklusif ini secara maksimal.
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas nama pemerintah Indonesia bersama-sama Meksiko, Chile, dan beberapa negara anggota dan negara non-anggota G20 lainnya telah menandatanganii deklarasi yang berisikan koitmen untuk memperjuangkan program keuangan inklusif tersebut dengan membentuk badan koordinasi nasional dan mempercepat penyelesaian strategi nasional keuangan inklusif (national strategy for financial inclusion). Tujuan dari komitmen keuangan inklusif tersebut yaitu untuk meningkatkan akses bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh pelayanan jasa keuangan untuk turut serta menikmati jasa layanan system keuangan yang akan membantu kegiatan usaha mereka.
  • G20 sepakat bahwa volatilitas harga komoditas global saat ini khususnya komoditas energy masih merupakan tantangan yang serius. Ketidakstabilan harga komoditas global telah memberikan dampak negative dalam mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi global. Oleh karena itu, para pemimpin G20 menerima laporan yang disampaikan oleh Energy and Commodity Market Working Group mengenai ‘ the Report on the Macroeconomics Impacts of Excessive Commodity Price Volatility on Growth and Policy Options to Consider’. Dalam laporan ECM Working Group yang dipimpin oleh Indonesia dan Inggris tersebut, disebutkan bahwa pergerakan harga komoditas yang berlebihan dapat menyebabkan instabilitas pasar yang akan mempengaruhi kondisi perekonomian secara keseluruhan. Oleh karena itu penting bagi negara anggota G20 untuk mendukung upaya peningkatan transparansi di pasar komoditas global, serta peningkatan pengawasan atas pelaku pasar komoditas termasuk lembaga pelaporan harga (price reporting agencies).
  • G20 sepakat bahwa kesempatan kerja yang berkualitas akan mendukung penciptaan kondisi makroekonomi yang stabil. Oleh karenanya para pemimpin ekonomi berkomitmen untuk berusaha memperkecil tingkat pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja yang layak dan berkualitas khususnya bagi kelompok kerja usia muda dan kelompok kerja yang rentan (vulnerable group) agar kedua kelompok ini memiliki akses kepada pekerjaan yang baik yang akan mendukuing peningkatan taraf hidup mereka. G20 juga berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga terampil, termasuk melalui kesempatan magang dan orientasi transisi dari dunia pendidikan memasuki dunia usaha.
  • Para pemimpin G20 juga sepakat pentingnya membentuk fondasi perlindungan social (social protection floors) secara nasional di masing-masing negara anggota dan akan terus melanjutkan dukungan bagi peningkatan koordinasi dan kerja sama antar lembaga internasional khususnya melalui experience sharing and transfer of knowledge untuk membantu setiap negara yang membutuhkan dalam membangun fondasi perlindungan sosialnya. Dalam kesempatan tersebut, G20 telah meminta lembaga internasional untuk membantu identifikasi berbagai alternative kebijakan negara-negara miskin dan tertinggal mengenai bagaimana membangun mekanisme perlindungan social yang efektif. G20 juga berkomitmen untuk terus mengambil tindakan nyata menghilangkan berbagai hambatan bagi partisipasi kaum perempuan dalam kegiatan ekonomi dan social.
  • Para pemimpin G20 sepakat bahwa komitmen untuk mencapai pertumbuhan yang kuat, inklusif, berkesinambungan dan berimbang (strong, inclusive, sustainable and balanced growth) harus tetap menjadi tujuan utama dari agenda pembangunan di G20. Oleh karenanya para pemimpin G20 memperkuat kembali komitmen mereka untuk mendukung negara berkembang, khususnya negara-negara miskin dan tertinggal untuk mengembangkan kapasitas mereka agar dapat memenuhi millennium development goals dan sesudahnya.
  • Para pemimpin G20 sepakat bahwa Rusia akan menjadi Ketua G20 tahun 2013 dan pelaksanaan KTT G20 berikutnya akan berlangsung di St. Petersburg, Rusia pada bulan September 2012.

 

File Terkait:

Baca   Download

Baca   Download