Renewable Energy and Energy Conservation Confrence & Exhibition

(Jakarta/17 Juli 2012) Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan bahwa Pemerintah sangat focus dalam Renewable Energy and Energy Conservation terutama pengembangan gheotermal panas bumi maupun tenaga hydro. Dari sudut fiskal, Pemerintah mengharapkan adanya penekanan terhadap besaran subsidi dengan cara memperbaiki energy mix. Hal itu dikemukakan beliau dalam Indonesia EBTKE Confrence & Exhibition yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, Dan Konservasi Energi di Jakarta Convention Centre tanggal 17 Juli 2012.

Sebagai bukti pemerintah sangat konsen dalam Renewable Energy and Energy Conservation adalah dengan adanya percepatan Pembangkit Listrik Tahap II yaitu tenaga Gheotermal dan tenaga Hydro yang sudah menjadi keharusan dikarenakan potensi sumber daya alam yang sangat besar dan sangat berpengaruh terhadap pengurangan beban subsidi. Penyebab lain adalah fakta yang menyatakan bahwa batu bara yang selama ini menjadi tumpuan pembangkit listrik merupakan jenis barang yang kurang ramah lingkungan.

Dalam mendorong pengembangan tenaga gheotermal dan Hydro, pemerintah melakukan insentif-insentif untuk Rewnable Energy Project baik melalui insentif pajak, bea masuk, financing yang mendorong eksplorasi maupun melalui PT.PII yang mejamin melalui tools Positive List (item-item tertentu yang di jamin).

Panel Diskusi yang di pandu oleh Bapak Jon Respati dari Respects Megazine dihadiri juga oleh Bapak Edi Setijawan dari Bank Indonesia, Bapak Ravi Khrisnaswamy, dan Bapak Paulus Tjakrawan.(AR)