Seminar Nasional APBN 2013: Peningkatan Kualitas Belanja Negara

(20/11) Setelah melalui proses yang cukup panjang, sangat berhati-hati, dan melalui pembahasan yang cukup seksama, akhirnya pemerintah dan DPR RI telah berhasil menyelesaikan salah satu agenda Undang-Undang nasional yang sangat penting, yaitu penyusunan APBN 2013. Dalam rangka mensosialisasikan APBN 2013 tersebut, Badan Kebijakan Fiskal, khususnya Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Pusat Kebijakan Ekonomi Makro menyelenggarakan seminar nasional dengan topik Peningkatan Kualitas Belanja Negara di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, 20 November 2012. Seminar nasional seperti ini telah rutin diadakan dari tahun ke tahun. Seminar nasional dibuka oleh Agus D.W. Martowardojo, Menteri Keuangan RI, dan Djoko Udjianto, Wakil Ketua Banggar DPR RI, sebagai keynote speech. Seminar nasional dibagi ke dalam 3 sesi, masing-masing dipimpin oleh moderator dan diisi oleh 3 pembicara. Seminar nasional ini dihadiri kurang lebih 250 peserta, termasuk para ahli ekonomi nasional yang berasal dari Universitas-Universitas ternama yang hadir juga dalam Workshop Ahli Ekonomi Nasional Perkembangan Ekonomi Terkini: Defisit Transaksi Berjalan, JPSK, dan APBN 2013 di Pondok Putri Duyung, Ancol, Jakarta, 19 November 2012.

Memasuki sesi I dibuka oleh moderator, Luki Alfirman, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF. Luky Alfirman menyampaikan APBN 2013 dan upaya peningkatan kualitas belanja negara. Kemudian dalam sesi I ini diisi oleh 3 pembicara, yaitu Anny Ratnawati, Wakil Menteri Keuangan I, Djoko Udjianto, Wakil Ketua Banggar DPR RI, dan Prof. Suahasil Nazara, Guru Besar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pada sesi I ini, Anny Ratnawati membahas tentang kebijakan dan tantangan peningkatan kualitas belanja negara. Lalu dilanjutkan oleh Djoko Udjianto menjelaskan peran legislatif pada sistem penganggaran dalam rangka meningkatkan kualitas belanja negara. Dan yang terakhir dalam sesi I ini, Prof. Suahasil Nazara, memaparkan bagaimana peran APBN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dilanjutkan ke sesi II dengan moderator Askolani, Direktur Penerimaan Bukan Pajak, DJA. Dalam sesi II ini membahas alokasi subsidi untuk meningkatkan kualitas belanja negara. Ada 3 pembicara yang mengisi dalam sesi II ini, yaitu Bambang P. S. Brodjonegoro, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Tamsil Linrung, Wakil Ketua Banggar DPR RI, dan Dr. Rimawan Pradiptyo, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Pada kesempatan ini, Bambang P. S. Brodjonegoro memaparkan secara detail kebijakan anggaran subsidi dalam rangka penguatan struktur APBN. Kemudian dilanjutkan oleh Tamsil Linrung yang menjelaskan tentang efektivitas alokasi subsidi untuk kesejahteraan rakyat. Lalu sesi II ini ditutup oleh Dr. Rimawan Pradiptyo yang membahas apa dan bagaimana alternatif kebijakan subsidi yang efektif.

Kemudian seminar nasional ini diakhiri oleh sesi III. Sesi ini dipimpin oleh moderator, Freddy R. Saragih, Kepala Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal, BKF. Dalam sesi III ini membahas mengenai prioritas belanja infrastruktur dalam rangka percepatan dan peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi. Sesi III jg terdiri dari 3 pembicara, yaitu Mahendra Siregar, Wakil Menteri Keuangan II, Frasiska Nelwan Mok, Direktur Corporate Mandiri, dan Ilham Arief Sirajuddin, Walikota Makassar. Dalam kesempatan ini, Mahendra Siregar menyampaikan tantangan dan peluang peningkatan infrastruktur melalui APBN. Lalu Frasiska Nelwan Mok membahas mengenai dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur. Kemudian dilanjutkan dan diakhiri oleh Ilham Arief Sirajuddin yang menjelaskan arah dan strategi pembangunan infrastruktur di daerah. (nko/mi)