3rd Annual Corporate Treasury & CFO Summit Indonesia
Kepala BKF menjadi Keynote Speaker Dalam Acara 3rd Annual Corporate Treasury & CFO Summit Indonesia
Jakarta (21/2) Bertempat di Grand Hyatt Hotel Jakarta, Kamis pagi, 21 Februari 2013, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Bambang Brodjonegoro menjadi Keynote Speaker dalam acara 3rd Annual Corporate Treasury & CFO Summit Indonesia yang diselenggarakan oleh Bloomberg. Acara yang bertemakan “Strategi dalam trade finance, perbendaharaan, pendanaan, manajemen kas, dan kepatuhan” ini dihadiri oleh bendahara-bendahara perusahaan, Chief Financial Officer (CFO), direktur-direktur keuangan, ahli-ahli perbendaharaan dan manajemen kas, dan bankir-bankir dari perusahaan-perusahaan dan bank-bank terkemuka di Indonesia dan internasional. Adapun tujuan dari acara ini adalah untuk mendiskusikan strategi dalam trade finance, perbendaharaan, pendanaan, manajemen kas, dan kepatuhan di Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia.
Pada kesempatan ini Kepala BKF memulai sambutan kuncinya dengan menyampaikan bahwa acara ini sangat penting dalam rangka berbagi ide dan memperkaya pengetahuan antara pemangku kepentingan di perekonomian khususnya di sektor privat, mengenai keuangan, perusahaan dan isu-isu perdagangan di Indonesia. Kepala BKF kemudian menyampaikan perkembangan perekonomian diawali dengan pemaparan kinerja ekonomi dan fiskal di tahun 2012. Di tahun 2012, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6,23%. Pertumbuhan ini jauh lebih baik daripada banyak negara di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ketahanan dan potensi ekonomi. Pertumbuhan yang solid ini diikuti dengan kebijakan-kebijakan yang dapat mengkontrol tingkat inflasi hanya sebesar 4,3%.Dengan prestasi ini, Indonesia tidak hanya menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia, tetapi juga memiliki pertumbuhan ekonomi paling stabil di Asia.
Setelah memaparkan refleksi ekonomi di tahun 2012, Kepala BKF kemudian menyampaikan outlook perekonomian Indonesia di tahun 2013. Di tengah ketidakpastian perekonomian global, pemerintah berkeyakinan bahwa perekonomian Indonesia akan terus menunjukkan kinerja yang kuat. Pemerintah berharap perekonomian dapat tumbuh antara 6,6% - 6,8% dengan konsumsi domestik dan investasi sebagai komponen dari pertumbuhan. Pemerintah telah menyiapkan kebijakan-kebijakan dan langkah-langkah untuk meningkatkan perekonomian di tahun 2013 diantaranya dengan meningkatkan infrastruktur dan iklim investasi di Indonesia. Berikutnya Kepala BKF menjelaskan garis besar APBN 2013. Belanja di APBN 2013 ditekankan untuk meningkatkan kualitas dari pembelanjaan tersebut. Belanja modal menjadi hal yang penting dalam rangka membangun infrastruktur dalam rangka meningkatkan perekonomian di Indonesia.
Selain kebijakan kebijakan di atas, pemerintah juga memiliki upaya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendeteksi dan memitigasi krisis. Hal tersebut dilakukan dengan membentuk Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan.
Di akhir sambutannya, Kepala BKF mengajak sektor privat/swasta untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Sektor privat/swasta merupakan salah satu kunci dalam perkembangan perekonomian Indonesia. (mi/aip)


