APEC Finance And Central Bank Deputies Meeting

Jakarta (27/2/2013): Kementerian Keuangan telah memulai rangkaian pertemuan APEC Finance Minister Process yang diketuai Indonesia selama tahun 2013 ini. APEC Finance and Central Bank Deputies’ Meeting menjadi agenda pertemuan pertama yang sedang diselenggarakan sejak kemarin, 26 – 27 Februari 2013. Pada pertemuan ini, Bambang P.S. Brodjonegoro (Kepala Badan Kebijakan Fiskal) bertindak selaku Chairman, memimpin seluruh agenda meeting yang dihadiri oleh para Deputies (Finance & Central Bank) dari Negara-negara APEC dan perwakilan lembaga keuangan internasional (World Bank, IMF, OECD, ADB, dll). Pertemuan Deputies ini bertujuan agar para Deputi dapat mendiskusikan kondisi ekonomi dan stabilitas keuangan  global dan regional, serta membahas berbagai potensi kerja sama dalam kerangka APEC Finance Minister Process yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.

Pertemuan yang dibuka oleh Menteri Keuangan, Agus D.W. Martowardojo ini membahas empat agenda utama:

Agenda pertama adalah trade finance. Agenda ini diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi global dari kondisi krisis saat ini. Peningkatan jumlah, perbaikan ketersediaan, dan pengurangan biaya dalam trade finance akan memfasilitasi proses pembayaran untuk impor dan mempercepat proses ekspor. Peningkatan perdagangan pada gilirannya diharapkan akan membantu pemulihan ekonomi global.

Agenda kedua dalam pertemuan ini adalah treasury and budget reform. Bogor Goals mencerminkan komitmen regional untuk mengatasi berbagai penghambat potensi pertumbuhan dengan mengatasi berbagai hambatan regulasi, termasuk dengan mendorong proses birokrasi dan administrasi. Reformasi sistem perbendaharaan akan meningkatkan juga integritas, kredibilitas, dan kapasitas keuangan publik, yang merupakan faktor penting dalam menentukan stabilitas pasar keuangan dan arah pertumbuhan yang berkesinambungan.

Agenda ketiga adalah financial inclusion, yang dikaitkan dengan prioritas kedua dalam forum APEC tahun ini yaitu mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan adil. APEC Finance Minister dapat memanfaatkan proses dialognya untuk membahas kerjasama regional dalam pengembangan sistem keuangan yang efisien dan inklusif di kawasan. Financial inclusion akan berkontribusi pada pemberdayaan  individu, memfasilitasi arus pertukaran barang dan jasa, mengintegrasikan masyarakat dan usaha kecil dan menengah ke dalam sistem ekonomi formal, dan memberikan perlindungan bagi masyarakat miskin dalam situasi krisis.

Agenda terakhir adalah infrastruktur, yang erat kaitannya dengan prioritas ketiga dalam sasaran APEC tahun ini yakni mendorong konektivitas di kawasan. Peningkatan secara signifikan belanja infrastruktur di ekonomi maju dan berkembang dapat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi global dan kawasan. Inisiatif juga akan mendorong proses rebalancing dan selaras dengan agenda pembangunan global. Diharapkan juga adanya komitmen yang lebih kuat dalam mendukung ketersediaan pembiayaan investasi infrastruktur jangka panjang dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Rangkaian kegiatan APEC Finance Minister Process rencananya akan diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia, menuju pertemuan para Menteri Keuangan Negara-negara APEC yang rencananya akan digelar bulan September 2013 di Bali.