IFAD Workshop Indonesia Country Programme Evaluation

Jakarta (21/3) Bertempat di Grand Ballroom Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Kamis (21/3/2013), Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) menyelenggarakan workshop mengenai evaluasi atas proyek dan program IFAD di Indonesia yang mencakup 9 tahun periode kerja sama. Acara ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan IFAD yang selama ini sudah berjalan sangat baik. Dalam workshop yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono, ini dipaparkan mengenai hasil evaluasi program IFAD di Indonesia. Hasil evaluasi mencatat bahwa kemajuan telah dicapai dalam bidang investasi guna meningkatkan infrastruktur sosial yang penting dalam upaya memberdayakan perempuan, menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup. Akan tetapi, dampak sinergi pengembangan sistem pertanian budidaya dengan pengolahan dan pemasaran dirasakan masih terbatas. Mengingat pentingnya sektor pertanian bagi Indonesia, maka program yang lebih memadai harus diberikan pada sektor ini.

Secara garis besar, hasil evaluasi yang disampaikan menyimpulkan pentingnya kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan IFAD. Hubungan ini dapat dikuatkan dengan ada banyaknya kesempatan dalam upaya mengurangi kemiskinan di pedesaan Indonesia. Hasil rekomendasi yang disampaikan yaitu agar IFAD dapat berperan penting dalam mendukung terciptanya pertanian rakyat yang produktif, kompetitif dan bernilai tinggi serta dapat meningkatkan efisiensi sektor pertanian bersama Pemerintah Indonesia dan pihak lain termasuk swasta.

Untuk meningkatkan kerangka kerja sama IFAD di Indonesia ada 5 langkah strategis yang direkomendasikan yaitu: (i) mengupayakan petani kecil sebagai penerima utama program IFAD, (ii) meningkatkan pendanaan dan dukungan teknis pada sektor pertanian yang penting, (iii) membangun kemitraan strategis pada sektor pertanian yang penting bagi petani kecil, (iv) memperkuat manajemen program IFAD dan kantor perwakilannya di Indonesia, dan (v) Pemerintah memberikan dukungan yang lebih besar untuk melaksanakan program. Kelima rekomendasi tersebut dibahas secara mendalam dalam workshop ini. Untuk membahas kelima rekomendasi tersebut, workshop ini menghadirkan pembicara, moderator dan pembahas antara lain Ashwani Muthoo, Direktur Pelaksana, Kantor Evaluasi Independen, IFAD; Hoonae Kim, Direktur Divisi Asia Pasifik IFAD; Jayasankar Shivakumar, Pimpinan Tim Konsultan Evaluasi; Luky Alfirman, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF Kemenkeu; Surachman Suwardi, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Kementan; Sapta Putra Ginting, Deputi Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, KKP; Irfa Ampri, Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral, BKF Kemenkeu; Ronald Hartman, Manajer Program IFAD untuk Indonesia; Dewo Broto Joko Putranto, Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral Bappenas; Ade Candradijaya, Deputi Direktur Pangan dan Pertanian, Kementan; dan Momon Rusmono, Direktur Pusat Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Peserta workshop ini antara lain dari kementerian terkait yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Bappenas; dan stakeholders seperti perwakilan kelompok petani, kelompok nelayan, dan kelompok pengusaha kecil yang merupakan penerima program dari IFAD. Workshop kemudian ditutup oleh Achmad Suryana, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan. (aam/mi)