APEC Workshop On Treasury And Budget Reform 2-3 July 2013, Lombok - Indonesia
Lombok (3/7): APEC Workshop on Treasury and Budget Reform diselenggarakan di The Santosa Villas & Resort Lombok pada tanggal 2 s.d. 3 Juli 2013 dengan tema modernisasi dalam pengelolaan belanja pemerintah untuk mencapai kerangka fiskal yang dinamis dan berkesinambungan. Workshop ini dibuka oleh Agus Surpriyanto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Indonesia. Selanjutnya, Ki Agus Badarudin, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan menyampaikan pidato yang berjudul “ Enhancing the Regional Cooperation in Promoting Fiscal Transparency and Public Accountability”.
Workshop ini terbagi atas lima sesi. Sesi Pertama membahas Pendekatan Kontrol Likuiditas dan Kebijakan Moneter di Bank Sentral dalam hubungannya dengan fungsi perbendaharaan pemerintah dan perbandingan studi kas manajemen (Liquidity Control and Monetary Policy Approach of the Central Bank in relation to Governement Treasury Function and Comparative Cash Management Study). Sesi ini dibawakan oleh beberapa pembicara, yaitu Andrew Zurawski dari Reserve Bank of Australia, Piter Abdullah selaku Kepala Sektor Moneter dan Fiskal Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Bank Indonesia, Rudy Widodo, Direktur Manajemen Kas Negara Ditjen Perbendahaaraan Kementerian Keuangan, dan David Nellor dari Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG). Pada sesi ini, Tata Suntara, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan menjadi moderator. Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya manajemen kas pemerintah dan manajemen utang dalam mendukung pengendalian likuiditas. Pada sesi ini juga dipaparkan beberapa best practices pengelolaan kas pemerintahan pada anggota-anggota ekonomi APEC. Wakil dari Bank Sentral menyampaikan ukuran – ukuran yang dapat digunakan untuk meningkatkan koordinasi antara pemerintah dan Bank Sentral.
Sesi kedua membahas Integrasi mekanisme monitoring dan evaluasi untuk efisiensi belanja publik yang lebih baik. Sesi ini dipimpin oleh Mark Eugone Ahern dari World Bank, dengan dua orang pembicara yaitu Xiang Zhongtao, dari China Treasury dan Jamie Carter dari UK Treasury. Sesi ini menjadi sarana untuk mempelajari pengalaman anggota-anggota ekonomi APEC yang telah berhasil dalam mencapai implementasi monitoring dan evaluasi anggaran yang efektif.
Sesi selanjutnya membahas Evaluasi Belanja untuk Kebijakan Fiskal yang Efektif dipimpin oleh William Wallace dari AIPEG dengan dua orang pembicara yaitu Michael Ablowich dari US Treasury dan Haryana , Direktur Pelaksanaan Anggaran Ditjen Perbendaharaan. Pada sesi ini, dilakukan sharing terkait best practices strategi dan metodologi dalam melakukan evaluasi anggaran. Selain itu, dilakukan pula diskusi tentang strategi implementasi yang terkait dengan beberapa isu seperti rancangan institusional, kapasitas sumber daya manusia, dan diseminasi hasil evaluasi anggaran.
Sesi keempat membahas status Integrated Financial Management Information System (IFMIS) terkini serta tantangan dan agenda masa depan kerangka pengembangan IFMIS dalam perekonomian APEC. Sesi ini dibawakan oleh Rames Sivapathasundram dari World Bank dan Bobby AA Nazief, Staf Ahli Kementerian Keuangan Indonesia dengan moderator Sudarto, Direktur Transformasi Perbendaharaan Ditjen Perbendaharaan. Sesi ini memberikan gambaran terkait status terkini dari kinerja IFMIS di seluruh dunia, termasuk korelasi antara kerangka dan pencapaian aktualnya. Sesi ini juga merumuskan kembali agenda reformasi yang akan datang untuk meningkatkan peran IFMIS sebagai alat untuk mencapai pengelolan fiskal yang berkesinambungan.
Sesi kelima membahas tentang strategi dalam menghadapi ketidakpastian global dewasa ini. Sesi ini dipimpin oleh Vladimir Smirnov, dari Federal Treasury of Russia dan dibawakan oleh tiga orang pembicara yaitu William Wallace dari AIPEG, Maria L. Dedal dari Department of Finance Filipina, serta Anatoly Zhigulin, Deputy Head of the Integrated Management Information System of Public Finance Bureau Federal Treasury of Rusia. Sesi ini mendiskusikan tentang bagaimana anggota ekonomi APEC memandang pentingnya Reformasi Anggaran dan Perbendaharaan untuk menghadapi ketidakpastian kondisi keuangan baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
Sesi terakhir ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan temuan oleh moderator dari tiap-tiap sesi dan penyampaian perspektif dari moderator tentang apa yang dapat dijadikan rekomendasi oleh para menteri keuangan anggota ekonomi APEC dalam pertemuan bulan September 2013 mendatang. Sesi ini dipimpin oleh Tata Suntara, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan. (t/l)