APEC Finance Deputies' Meeting
Bali (20/09): Melanjutkan rangkaian pertemuan menuju APEC Finance Ministers’ Meeting (20/09), hari Rabu sampai dengan Kamis (18-19 September) diselenggarakan pertemuan APEC Finance Deputies’ Meeting (AFDM) di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua - Bali.
"Tema APEC di Indonesia kali ini adalah Resilient Asia-Pacific, Engine of Growth. Tema ini dipilih karena tidak hanya mencerminkan beberapa tujuan ekonomi utama di Indonesia, tapi juga untuk semua ekonomi di negara-negara yang tergabung dalam APEC. Selain itu juga mencerminkan tujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi terhadap guncangan yang tak terduga, serta memungkinkan untuk terus tumbuh kuat, apapun turbulensi yang akan datang menghadang. Ini bukan hanya tujuan yang kita kejar dalam abstrak meskipun tujuan tersebut adalah proxy untuk gambaran yang lebih besar, yaitu bahwa ekonomi yang stabil dan berkembang berarti lebih dari warga negara kita memungkinkan untuk memiliki kesempatan dalam keamanan ekonomi yang lebih besar. Untuk mengejar tujuan-tujuan utama ini, kami menyadari tidak satupun dari kita dapat 'pergi sendiri'. Tindakan kebijakan ekonomi kita saling mempengaruhi, berpotensi baik secara positif maupun negatif. Tapi yang lebih penting, kita saling membutuhkan untuk memastikan ekonomi kita memaksimalkan potensi warga negara kita”, seperti dikatakan Chair AFDM, Bambang P.S. Brodjonegoro, dalam sambutan pembuka pertemuan APEC Finance Deputies’ Meeting ini.
Pertemuan ini terbagi dalam lima Sesi. Sesi pertama yaitu pemaparan mengenai Macroeconomic Outlook yang dipresentasikan oleh perwakilan dari International Monetary Fund (IMF), World Bank (WB) dan Asian Development Bank (ADB). Pada Sesi Kedua, APEC Policy Support Unit (APEC PSU) menjelaskan presentasinya mengenai Trade Finance oleh Tammy Hredzak, Analyst APEC PSU.
Sesi Ketiga mengambil topik Treasury and Budget Reform yang dipresentasikan oleh Andin Hadiyanto, Staf Ahli Bidang Makro dan Keuangan Internasional Kementerian Keuangan RI. Sesi keempat adalah pemaparan mengenai Financial Inclusion oleh perwakilan Indonesia dan APEC Business Advisory Council (ABAC). Keempat sesi ini dibahas pada hari Rabu (18/09) yang dilanjutkan hari berikutnya untuk sesi kelima difokuskan kepada pembahasan mengenai Infrastructure. Pemaparan Infrastructure dipresentasikan oleh perwakilan dari Indonesia dan Australia.
Sebelum berakhirnya agenda acara APEC FDM ini beberapa presentasi juga turut disertakan antara lain: Report on Disaster Risk Finance Survey Initiative oleh perwakilan OECD, Report on Asia Pacific Financial Forum oleh perwakilan ABAC dan Report on Asia Regional Funds Passport Initiative oleh Delegasi Australia. (aam)



