Pelantikan Pejabat Eselon II di Lingkungan Kementerian Keuangan

Jakarta (24/03): Menteri Keuangan hari ini melantik 18 orang pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan. Pelantikan dilaksanakan di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I terdiri dari tiga unit eselon I, yaitu Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (DJPBN), dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Pejabat Badan Kebijakan Fiskal yang dilantik adalah Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E., M.A., Ph.D sebagai Direktur Penyusunan Anggaran Pedapatan dan Belanja Negara, Direktorat Jenderal Anggaran, Irfa Ampri, Ak. M.A., Sebagai Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal dan Syurkani, S.E., M.A., Ph.D. Sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral, BKF. Selain pejabat dari BKF, ada 5 pejabat Eselon II yang dilantik di Direktorat Jenderal Anggaran serta 10 pejabat Eselon II di Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Dalam sambutannya Menteri Keuangan mengatakan bahwa tugas baru yang diberikan merupakan  bentuk penghargaan atas prestasi kinerja dan apresiasi dalam menjalankan tugas selama ini yang telah dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab memegang amanah dan dikerjakan dengan baik. Menteri juga mengharapkan semoga di jabatan baru dapat menunjukan prestasi kinerja yang lebih baik dalam memegang amanah baru ini. Selain itu Menteri juga menyampaikan bahwa tahun ini merupakan bukan tahun yang mudah untuk dilalui karena adanya beberapa hal yang mungkin menjadi tantangan.

Tantangan pertama karena peningkatan risiko ekonomi yang muncul akibat adanya tantangan situasi internal dan eksternal sesuai dengan perkembangan ekonomi. Tahun 2014 merupakan era yang baru, hal ini ditandai dengan berakhirnya kemudahan ekonomi. ini tercermin dimana tekanan terhadap fiskal kita berbeda dengan era 2009-2012 dimana arus modal dan investasi dari negara maju dengan mudah masuk ke negara berkembang termasuk ke Indonesia sehingga meningkatkan ketahan fiskal negara kita. Tetapi sejak tahun 2013 lalu kita menghadapi  tekanan fiskal sehingga tidak mudah untuk menjaga ketahanan fiskal karena adanya tekanan terhadap perekonomian.

Tantangan kedua Selain permasalahan ekonomi tahun 2014 merupakan tahun politik akan menjadi lebih complicated dan serba salah untuk hal yang seharusnya normal kadang dianggap menjadi bermasalah misalnya minggu lalu DJA harus melakukan press conference ke media karena persoalan atau isu meningkatnya dana bansos, kenaikan dana ini bukan karena tahun pemilu tapi karena adanya peningkatan anggaran untuk keperluan itu. Hal lain yang perlu mendapat perhatian kedepan adalah isu Climate Change dan perbaikan sistem IT untuk menunjang perbaikan kinerja kementerian keuangan. Akhir kata untuk yang dilantik diucapkan selamat, ini merupakan bentuk apresiasi dari prestasi yang telah dicapai selama ini tolong dilanjutkan, semoga kerjasama ini bisa menjadi modal untuk melaksanakan tugas di tempat baru dengan baik. Dan Menteri berharap semoga dapat beradaptasi dengan tempat baru dan bisa menunjukkan sikap profesional di tempat yang baru. (gh/mi)