The OECD Southeast Asia Regional Forum
KETERANGAN PERS
Penyelenggaraan
The OECD Southeast Asia Regional Forumdan 1st Steering Group Meeting of the OECD Southeast Asia Regional Programme
25-26 Maret 2015 – Hotel Borobudur, Jakarta, Indonesia
Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Organisation for Economic dan Co-operation Development (OECD) kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan The OECD Southeast Asia Regional Forum (SEARF) kedua yang bertemakan “Enhancing Regional Integration and Openness” pada tanggal 25 Maret 2015dan1st Steering Group Meeting of the OECD pada tanggal 26 Maret 2015. Sebagai bagian dari rangkaian acara tersebut, telah dilakukan peresmian kantor perwakilan OECD di Indonesia yang sekaligus menjadi kantor regional OECD untuk Asia Tenggara serta peluncuran OECD Economic Survey on Indonesia dan OECD Education Policy Review on Indonesia. Survei OECD tersebut merupakan program kerja reguler dari OECD, berisikan penilaian OECD terhadap kondisi ekonomi dan pendidikan nasional di Indonesia serta rekomendasi strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang optimal sesuai dengan target pembangunan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.
Pembahasan dan diskusi dalam Program SEARF ditekankan untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh negara-negara ASEAN serta peran dan kontribusi dari OECD dalam membantu negara-negara ASEAN, khususnya dalam mengimplementasikan ASEAN Economic Community. Tantangan-tantangan tersebut antara lain yaitu proses reformasi struktural serta kebijakan moneter dan fiskal yang hati-hati. Dalam mendukung suksesnya integrasi regional dan terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan ASEAN, perlu dibangun fasilitas infrastruktur yang mendukung proses perdagangan antar negara serta peningkatan konektivitas intra dan inter-negara di ASEAN. Terkait kerjasama dengan OECD, negara-negara anggota ASEAN dan anggota OECD saling bertukar pandangan serta important lessons khususnya mengenai peran penting dari kebijakan peningkatan produktivitas di kawasan ASEAN. Program SEARF dibagi menjadi 4 sesi dengan melibatkan beberapa panelis dan discussants yang berasal dari negara-negara anggota ASEAN, lembaga riset internasional, akademisi luar negeri serta dari OECD.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan RI, Prof. Bambang Brodjonegoro dan Sekretaris Jenderal OECD, Angel Gurria, juga berkesempatan memberikan Opening Remarks dan Keynote Speech. Mereka menggarisbawahi mengenai kondisi ekonomi di Indonesia serta rekomendasi strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah serta bagaimana OECD dapat berkontribusi dalam proses pembangunan di Indonesia dan negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.
Sedangkan 1st Steering Group Meeting of the OECD berfokus mengenai laporan dari negara-negara anggota ASEAN dan anggota OECD mengenai program-program yang telah diselenggarakan pada tahun 2014 dalam kerangka OECD-Southeast Asia Regional Programme (SEARP) yang telah diluncurkan tahun 2014 yang bertujuan untuk memberikan kontribusi penting kepada proses integrasi ekonomi regional. Co-Chairs dari masing-masing 6 (enam) Regional Policy Networks (RPN) memberikan report terutama tentang progress dari RPNyang telah dicapai, yang berfokus pada key activities, achievements dan impacts. RPN adalah fokus area kerjasama antara ASEAN dan OECD di bidang perpajakan, tata kelola pemerintahan yang baik, promosi dan kebijakan investasi, pendidikan dan pengembangan keahlian, usaha kecil dan menengah serta kerjasama publik-swasta.
Selain itu, Steering Group Meeting juga membahas tentang 3 (tiga) Initiatives yang berfokus pada perdagangan, inovasi, dan gender serta diskusi mengenai the OECD Economic Outlook for Southeast Asia, China and India. Selain itu, private sector juga telah memberikan input mengenai berbagai isu pembangunan di Asia Tenggara yang disampaikan melalui Business Statement. Berperan sebagai co-chairs adalah Prof. Suahasil Nazara, Kepala BKF dan H.E. Mr. Kazuo KODAMA, Ambassador and Permanent Representative of Japan to the OECD. Sedangkan peserta program ini berasal dari senior policy makers dari 10 negara anggota ASEAN and anggota OECD.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral
Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Telp. (021) 34831678
Faks. (021) 34831677