Penutupan Konferensi Natural Resource Taxation in the Asia-Pacific Region

Jakarta (13/8): Konferensi Natural Resource Taxation in the Asia-Pacific Region yang telah diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 11 samapai 13 Agustus telah berakhir. Forum yang membahas kebijakan fiskal untuk industri ekstraktif ditutup oleh Menteri Keuangan yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara, Astera Primanto Bhakti. Dalam  penutupan forum, Beliau menyampaikan bahwa forum ini sangat bermanfaat dalam menyikapi permasalahan yang muncul di Industri Ektraksi dalam sudut pandang yang berbeda. Transparansi dalam administrasi dan koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam merancang dan mengimplementasikan kebijakan. Indonesia akan merevisi kebijakan demi meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penerimaan pajak. Perubahan iklim, meningkatnya penduduk berusia tua, dan tantangan lainnya merupakan faktor yang harus diperhitungkan dalam merancang kebijakan untuk sektor industri ekstraktif. Astera memandang bahwa Konferensi Natural Resource Taxation in the Asia-Pacific Region berhasil merancang fondasi kebijakan untuk Industri Esktraktif. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada International Monetary Fund (IMF) dan negara-negara Asia-Pasifik yang telah hadir dalam konferensi dan berharap hal ini dapat meningkatkan hubungan baik antar institusi.

Forum juga ditutup dalam sesi terakhir yang membahas 3 pertanyaan dari IMF yaitu, “Apa yang ingin diketahui lebih jelas dari perwakilan negara? Apa pelajaran yang diperoleh melalui forum ini?”, “Apakah Anda menyadari masalah baru yang selama ini belum terpikirkan?”, dan terakhir “Apakah ada manfaat yang diperoleh dari pengalaman negara lain?”. Indonesia yang diwakili oleh Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Goro Ekanto, menanggapi bahwa forum ini bermanfaat bagi Indonesia dalam merancang kebijakan pajak yang ideal. Goro menyampaikan bahwa Indonesia akan meningkatkan investor dalam Industri Ektraktif untuk mencapai tujuan penerimaan negara. (DT/AS)