Pre-Heating International Forum Economic Development and Public Policy

Manado (13/11): Dalam rangka persiapan pelaksanaan International Forum Economic Development and Public Policy, Bali 10-11 December 2015, Kementerian Keuangan mengadakan sebuah lokakarya bertempat di Ruang Pertemuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

Lokakarya ini dibuka pada pukul 14.00 WITA oleh Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulawesi Utara, Untung Subarkah. Dalam opening remarks-nya, Beliau menitikberatkan bahwa lokakarya ditujukan untuk mengkomunikasikan isu besar yang akan dijadikan tema dalam forum internasional pada bulan Desember nanti, yaitu “Fiscal Reform to Support Strong and Equitable Growth: Striking The Right Balance”. Selain itu, juga difokuskan untuk mematangkan konsep awal, dan menampung masukan dari stakeholder terkait peran kebijakan fiskal untuk menghindari jebakan pendapatan menengah.

Hadir sebagai pembicara dalam lokakarya kali ini adalah Sidqy L.P. Suyitno, Direktur Keuangan Negara dan Analisa Moneter, Bappenas; Parjiono, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan; serta Rolan Erikson, Wakil Kepala Program Pendalaman Pasar Keuangan, Bank Indonesia.

Paparan berlangsung dalam tiga sesi yang dimoderatori oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi, Agus Tony Poputra. Dalam sesi paparan pertama, Sidqy L.P. Suyitno menjelaskan secara makro mengenai potret riil pembangunan Indonesia. Salah satu isu menarik yang Sidqy paparkan ialah mengenai tantangan ekonomi Indonesia dalam meminimalisasi kesenjangan ekonomi antar-regional. Dalam sesi berikutnya, Parjiono menguraikan sejarah perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sempat terdorong oleh meningkatnya permintaan komoditas saat periode commodity boom. Parjiono mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu strategi prioritas pemerintah saat ini dalam membangun daerah luar dan mengurangi biaya transportasi domestik. Paparan kemudian ditutup oleh Rolan Erikson yang menjabarkan secara mikro mengenai pendalaman pasar keuangan dalam rangka pembiayaan pembangunan Indonesia.

Berlanjut ke sesi berikutnya, dilakukan pembahasan dan diskusi tanya jawab dengan peserta. Sesi berlangsung menarik dengan ulasan yang diberikan oleh tiga pembahas dengan latar belakang berbeda. Syaloom Korompis,M.Sc., mewakili Bappeda Provinsi Sulawesi Utara, Fredy Walandouw S.E., M.M., mewakili Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Utara, dan Paulus Kindagen mewakili Universitas Sam Ratulangi. Fredy Walandouw mengaitkan paparan yang diberikan pembicara dengan isu pariwisata di Sulawesi Utara, terutama mengenai potensi dan masalah yang dimiliki Taman Nasional Bunaken.

Berbagai pertanyaan dan masukan yang diberikan oleh peserta ditanggapi dengan baik oleh pembicara. Menjelang sesi penutupan, pembahasan masih berlangsung seru dengan pembahasan seputar isu pelaksanaan anggaran serta potensi ekonomi Sulawesi Utara. Sebelum mengakhiri acara, Agus Tony Paputra mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama berkontribusi bagi pembangunan Indonesia, sebab keberhasilan pembangunan tidak bisa tercapai dengan hanya mengandalkan kinerja Pemerintah semata. Lokakarya sendiri ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata oleh Parjiono kepada perwakilan Universitas Sam Ratulangi. (frs)