Kunjungan Mahasiswa Yayasan Pengembangan Profesi Indonesia (YPPI) Karawang

Jakarta (02/02): Dalam rangka diseminasi informasi terkait kebijakan fiskal, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan RI menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kebijakan Fiskal dengan menerima kunjungan mahasiswa Yayasan Pengembangan Profesi Indonesia (YPPI) Karawang yang bertempat di Aula Serbaguna lantai 2, Gedung R.M. Notohamiprodjo, Kompleks Kementerian Keuangan. Sebanyak kurang lebih 80 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa hadir dalam kunjungan tersebut. Acara diawali dengan sambutan pembuka dari Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal, Arif Baharudin.

Dalam sambutannya Sekretaris Badan menyampaikan bahwa mahasiswa YPPI harus mampu mengambil keuntungan dengan posisi Karawang yang strategis karena berbatasan langsung dengan dua daerah maju dalam industri dan pusat pemerintahan, kemudian ditunjang dengan kemudahan akses informasi untuk menuju sumber ilmu tersebut. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa untuk mengasah dan meningkatkan kemampuannya sebelum terjun ke dunia kerja. Selain menyiapkan Hard Competency tidak lupa juga harus mempersiapkan Soft Competency sejak dini. Arif juga mengajak mahasiswa untuk tidak cepat berpuas diri dan memiliki cita-cita yang tinggi. “ini penting karena dunia kerja bisa berbeda dengan dunia saat kita masih dibangku kuliah, untuk itu kita harus mempersiapkan sejak dini untuk bisa memenangkan persaingan. Apa lagi saat ini kita akan bersaing dengan tenaga kerja dari kawasan ASEAN karena adanya MEA” tegas Arif dalam menutup sambutannya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan dari YPPI, Medi Nopiana selaku Dosen Pembimbing. Dalam sambutannya Medi menyampaikan ucapan terimakasih atas kesempatan yang diberikan bagi mahasiswa semester 1 dan 3 ini untuk menimba ilmu ke Badan Kebijakan Fiskal. Serta bisa langsung mendapatkan informasi langsung dari orang yang kompeten di bidangnya.

Acara sosialisasi ini dipandu oleh Rita Helbra Tenrini, Peneliti Muda pada Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (PKPPIM) BKF. Hadir sebagai narasumber yaitu Suharto Haryo Suwakhyo, Kepala Bidang Analisis Neraca Pendapatan Nasional dari Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) BKF, dan Wahyu Utomo, Kepala Bidang Kebijakan Belanja Pusat Dan Pembiayaan dari Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PKAPBN) BKF.

Narasumber pertama Suharto Haryo Suwakhyo memaparkan tentang perkembangan ekonomi Indonesia terkini. Haryo menjelaskan Perekonomian Indonesia saat ini dalam tren pertumbuhan positif dengan Triwulan kedua 2015 sebagai titik balik, dan tahun 2015 kemarin diharapkan menjadi titik balik pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan kedepannya. Selain itu Haryo juga menjelaskan tantangan dalam menghadapi middle Income trap, diantaranya perlambatan pertumbuhan ekonomi global, melemahnya pasar komoditas global, tingkat rasio gini yang masih cukup tinggi. Pemerintah mempunyai strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk untuk mencapai pertumbuhan potensial ekonomi. Strategi Jangka panjang bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekomi yang adil, merata dan berkelanjutan dengan budget reforms, sedangkan strategi jangka pendek untuk mendorong ekonomi mengatasi tantangan perekonomian global dengan stimulus fiskal.

Selanjutnya narasumber  kedua Wahyu Utomo, menjelaskan tentang tantangan dan arah kebijakan fiskal dalam mendukung pembangunan infrastruktur. Ada beberapa tantangan dalam pengelolaan fiskal yaitu fiscal space yang masih terbatas, penyerapan yang belum optimal, subsidi perlu lebih tepat sasaran, mandatory spending perlu dikendalikan dan deficit current account. Arah kebijakan fiskal 2016 yaitu penguatan pengelolaan fiskal dalam rangka memperkokoh Fundamental pembangunan dan petumbuhan ekonomi berkualitas. Setelah pemaparan dari dua narasumber, dibuka sesi tanya jawab yang mendapatkan antusiasme cukup tinggi terbukti dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan dalam sesi tersebut. (atn/gh)