Seminar on Enhancing Growth and Poverty Alleviation Through Financial Inclusion
Surabaya (26/4): Bersama-sama dengan Islamic Development Bank (IDB) dan Universitas Negeri Islam Sunan Ampel, dalam rangkaian Road Show untuk mensosialisasikan Sidang Tahunan Ke 41 IDB, Kementerian Keuangan melaksanakan seminar yang bertajuk Seminar on Enhancing Growth and Poverty Alleviation Through Financial Inclusion.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 250 peserta yang berasal pimpinan beberapa perusahaan lokal dan internasional, institusi keuangan, investor, pegawai pemerintah , akademisi dan tokoh masyarakat. Acara ini dilaksanakan di ruang Ampitheater, Twin Tower Universitas Islam Negri Sunan Ampel, Surabaya.
Setelah melakukan registrasi, para peserta disuguhi dengan makan siang serta sajian kesenian berupa lantunan lagu yang dibawakan paduan suara dari mahasiswa-mahasiswi UIN Sunan Ampel. Tepat Pukul 13.00 WIB, opening remark disampaikan oleh Rektor UIN Sunan Ampel., Prof. Abdul A’la.
Selanjutnya seminar sesi pertama membahas mengenai “Enhancing Growth and Poverty Alleviation through Financial Inclusion”, dimulai dan dimoderatori oleh Pungky Purnomo Wibowo, Direktur Program Elektronifikasi dan Inklusi Keuangan, Bank Indonesia. Yang bertindak sebagai panelis pada mini seminar ini adalah : Tri Rismaharini, Walikota Surabaya; Saifuddien Hasan, Presiden Direktur BPRS Harta Insan Karimah; dan Yahya Aleem ur Rehman, Peneliti dari Islamic Research & Training Institute (IRTI) IDB.
Masing-masing panelis menyampaikan fakta dan opini dari hasil penelitian dan pengalamannya terkait dengan pertumbuhan ekonomi serta pengentasan kemiskinan melalui keuangan inklusif. Dimulai oleh Tri Rismaharini sebagai Walikota Surabaya, beliau menyampaikan program-program yang digagasnya untuk mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ibu-ibu melalui usaha kecil. Yahya Aleem ur Rehman, dari IRTI IDB menyampaikan pentingnya sarana keuangan islam yaitu zakat, sedekah, dan wakaf dalam menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat yang lebih berkelanjutan. Saifuddien Hasan menutup dengan menyampaikan program BPRS berupa micro banking di daerah-daerah untuk membantu kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Sesi seminar ini ditutup oleh moderator dengan memberikan kesimpulan bahwa misi untuk mengentaskan kemiskinan melalui keuangan inklusif akan berhasil dengan persyaratan 4G yaitu : 1. Good policy, 2. Good strategy and action 3. Good leader, 4. God Bless You.
Sesi kedua dari agenda seminar kali ini dilanjutkan tepat pukul 16.00 WIB seusai coffe break. Pada sesi ini, hadir Menteri Agama Reoublik Indonesia, Lukman Hakim Saefudin dan Presiden IDB, Dr. Ahmad Mohamed Ali. Tema utama pada sesi ini membahas tentang program-program IDB di Indonesia dan lebih khusus terkait Sidang Tahunan IDB ke-41 yang akan digelar pada 15 sampai dengan 19 Mei 2016 di Jakarta.
Diawali dengan pemutaran video tentang program IDB di Indonesia khususnya pembangunan gedung Twin Tower di UIN Sunan Ampel, Rektor UIN Sunan Ampel kembali menyampaikan welcoming remark sekaligus menyambut kedatangan Presiden IDB. Di samping itu, Rektor UIN Sunan Ampel juga menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi IDB dalam pembangunan UIN Sunan Ampel dan berharap agar kerja sama ini terus berlanjut.
Kesempatan berikutnya adalah pidato oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam kata sambutannya, beliau memaparkan beberapa program IDB dalam hubungan kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Dari program-program tersebut, telah banyak manfaat yang diterima khususnya di bidang pendidikan islam. Beliau juga berpesan agar seluruh civitas akademika tidak bercampur baur bahkan berubah menjadi civitas politika. Hal ini bertujuan untuk menjaga kemurnian tujuan pendidikan.
Sesi berikutnya yaitu keynote speech oleh Presiden IDB, Dr. Ahmad Mohamed Ali. Dalam kelimatnya, beliau membuka dengan rasa hormat dan apresiasinya atas acara hari ini dan Sidang Tahunan IDB yang akan datang. Beliau pun menyambut bahagia dalam peresmian gedung baru Twin Tower UIN Sunan Ampel. Presiden IDB juga menyampaikan beberapa program yang telah dan akan dilaksanakan di Indonesia. Beliau berharap agar kerja sama Indonesia dengan IDB dan 57 negara islam lainnya yang tergabung dalam IDB dapat terus terjaga dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam urusan pengentasan kemiskinan.
Acara dilanjutkan dengan pertanyaan oleh moderator kepada panelis yaitu Tri Rismaharini soal harapan kepada IDB terhadap pembangunan Surabaya. Presiden IDB menyatakan akan siap untuk membantu pembangunan di Surabaya melalui perbankan mikro islam. Acara ditutup dengan closing remark dari perwakilan Menteri Keuangan yaitu Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Isa Rachmatarwata.(HNR/AF)







